Saturday, 5 September 2009

I Just Wanna Dance...





RBG's second performance. You can see the video --> here ;)




Ha, apa? Kamu? Nari?
Iya, mungkin buat sebagian besar temen yang baru mengenalku setelah masa SD lewat, jarang ada yang tau kalau sebenarnya waktu kecil aku dengan suka cita ikut ekskul menari di Sekolah. Sayang, bertahun-tahun setelah itu, aku nggak pernah ikut nari lagi. Selain karena waktu luang yang makin sempit, nggak ada lagi tempat untuk menyalurkan hobi ini. Maka kesan "utie-yang-suka-menari" itu hilang nggak berbekas. *duileeeee*. Kenapa si pada heran-heran banget? Makanya baca dong postingan-ku yang dulu itu, baru tanya-tanya, hehehehe *diamuk massa*


Kenapa sih kamu nari?

Karena aku suka :) aku cinta...


Cinta?
Iya, cinta dengan dunia tari. Terutama tari tradisional. Rasanya senang bisa mengenal beragam tari dari budaya kita sendiri, gerakan-gerakan yang indah, penuh makna, penuh warna. Juga menghibur diri sendiri dan orang lain dalam artian positif. Kenapa menghibur diri sendiri? Karena buat aku menari mendatangkan banyak energi positif yang selama ini [sepertinya] hilang. Begitu nari, semua rasa capek, pikiran yang kadang nggak tentu, hal-hal yang nggak menyenangkan, ilang aja gitu. Nggak tau kenapa ya. Mungkin karena dengan nari, langsung fokus ke gerakan dan musik ya, berusaha supaya gerakannya benar dan [setidaknya mendekati] bagus :P Selain itu, dengan bergeraknya seluruh tubuh, rasanya jadi seperti olahraga, dengan olahraga tubuh jadi segar, bugar, sehat.


Emangnya pake jilbab bisa nari?
Tentu saja bisa ;) bajunya kan sopan dan pakai kain panjang. Ketika pentas pun tetap pakai jilbab [warna hitam], juga tetap memakai leging & manset panjang yang aman dan nyaman. Asal pede dan gerakannya bagus, tetep bisa nari kan?


Kerjaanmu nggak terganggu?
Alhamdulillah enggak. Malah, dampak positifnya aku jadi semakin bersemangat, nggak gampang ngantuk dan suntuk :P hehehe. Sebagai bonus, aku juga mendapatkan pertemanan dengan rasa kekeluargaan yang amat sangat hangat. Kami ber-11 [baca: temans di Unit Tari kantorku~selanjutnya lebih dikenal dengan istilah RBG atau Rondang Bulan Girls], berasal dari Satuan Kerja yang berbeda-beda, tadinya ada yang sama sekali nggak kenal, karakter nya juga beda-beda. Tapi disini, dengan menari, kami jadi satu. Nggak ada yang memisahkan diri, nggak ada yang merasa paling jago, nggak ada yang merasa "aku-yang-paling-benar", atau "eh-kenapa-kamu-salah-melulu", disini kami saling asah, asih, asuh, hingga kata 'keluarga' lebih tepat untuk mendeskripsikan daripada 'cuma-teman-menari'. And I realized that we're all great entertainers, love to laugh, and laugh out loud more together. Disini bisa ketawa-ketawa di setiap pertemuan, nggak ada beban. Bisa dibilang, ini salah satu hal yang membuat aku selalu merasa bersyukur dan berterimakasih pada Yang Maha Kuasa. Maha Adil, menggantikan sedih dengan bahagia, memberikan berlipat kebaikan, seribu kekuatan. Alhamdulillah ya Allah... :) Dengan semua itu, bagaimana mungkin aku nggak cinta dengan dunia tari? Tapi bukan berarti aku melupakan temans yang lainnya loh ya, buat aku kalian selalu ada. If you can put a little trust on me then you'll be in my heart always and forever :)


Emangnya dapet apa kamu nari kemarin?
Dapet rasa bahagia luar biasa karena bisa menampilkan yang terbaik, senang kalau penonton juga senang. Tepuk tangan dan senyum penonton aja sebenernya udah cukup banget :) plus dukungan sekecil apapun, plus temen-temen yang nyenengin banget. Then if all the good things come in one package, what should I expect for more? :)


Katanya gurunya cowok ya? nggak takut dipegang-pegang?
Hmmm.. begini. Aku percaya, guruku adalah orang-orang yang profesional di bidangnya dan juga sejauh yang kukenal, mereka orang yang sangat taat beragama, dan aku percaya mereka nggak pernah melanggar norma-norma asusila. Apalagi 8 dari 11 orang tim kami mengenakan hijab, jadi mereka sangat menghormati dan menghargai kami. Disiplin banget sih iya. Lagian nih ya, buat siapapun yang hanya mengira-ngira, jangan asal nuduh aja dong, silakan ikut datang latian baru komentar, ya? ;) FYI, guru cowok itu dikontrak untuk mengajarkan tari Batak Rondang Bulan. Dan sebagai info lagi, untuk guru tari masing-masing dikontrak untuk satu jenis tarian. Nah, saat ini belum ada guru tari baru lagi nih, tapi saking semangatnya, meskipun tak ada guru, kami tetap latihan dengan saling mengajar tarian yang kami dapatkan untuk lomba antar bidang Pekan Olah Raga dan Seni di kantor 17 Agustus lalu. ^^;;) senang!


Lomba antar bidang itu apa sih?
Jadi dalam rangka menyambut HUT RI ke 64, kantorku mengadakan perlombaan olah raga dan seni [disingkat Porsebi]. Karena kantorku terdiri dari banyak satuan kerja, maka seluruh satker perangkat kantor itu dikelompokkan menjadi bidang-bidang [bidang 1, 2, 3, and so on] untuk berlomba. Tiap bidang bisa berisi 3 sampai 4 satuan kerja. Nah, salah satu yang dilombakan adalah lomba Tari Tradisional (^.^)/" Tahun sebelumnya, aku nggak ikut karena nggak tau [dan belom dapet 'soul'nya nari di kantor, hehehe]. Tahun ini aku memutuskan ikut. Dalam lomba ini, anggota Unit Tari juga terbagi-bagi ikut bidangnya masing-masing. Aku bersama dua orang temanku dari Unit Tari tergabung dalam satu bidang yang sama ditambah teman-teman baru yang satu bidang. Seru juga sih, karena selain nambah temen, latian rutin 12 hari lumayan bikin tepar juga, heheheh. Biar tepar tapi seneng, dan tentunya selalu semangat. Apalagi tarian bidang-ku adalah Tari Ronggeng Blantek dari Betawi, tarian yang dulu pernah aku bawakan di masa kecil, hwaaaaa [you can see the rehearsal video --> here]. Anyway, rasanya lucu bertanding melawan 'saudara-saudara' Unit Tari sendiri, apalagi meskipun bersaing tapi kami tetap saling mendukung satu sama lain.




Defile Ronggeng Blantek - Bidang IV


Jadi? kamu juara nggak?
Ahirnya bidangku nggak masuk 3 besar siy, hanya sebagai Harapan I, tapi meskipun begitu aku senang, teman unit tari-ku dengan timnya di bidang lain ada yang berhasil meraih juara I dan juara II, dan semua sepakat kemenangan adalah milik kami semua. Aiiihhh ="> ~btw pada bingung nggak bacanya? maafkan ya kalau sedikit bingung, lagi susah cari kata-kata nih~ *alesan*


Any closing remarks?
Menari itu bisa dijadikan olahraga yang menyenangkan dan menyehatkan (^.^)v, sekedar info buat temans yang sudah menikah lama dan sedang program untuk hamil, coba deh ikut nari, mudah-mudahan sedikit membantu karena dengan gerakan-gerakan dinamis bisa melancarkan peredaran darah dan menguatkan otot rahim. Mohon maaf kalau informasi ini salah ya, tapi beberapa orang anggota Tim Tari angkatan sebelumnya sudah membuktikannya ;) kalo males latian bareng unit tari, latian sendiri di rumah juga boleh kok, nanti kalau mau aku kasih lagu & videonya ~ itung-itung olahraga bukan? ;) ~ heheheheh. Tapi konsultasi dokter juga ya, siapatau temans selain butuh olahraga, juga butuh kondisi mendukung yang lain (^^)/" ini mah sekedar saran ya, tanyakanlah pada ahlinya *tiba-tiba kuatir ditimpukin*.


...Ohiya, aku memang mendapatkan banyak sekali kritikan, masukan, dukungan dan ada pula yang memberi pujian. Untuk semua itu aku mengucapkan terimakasih banyak *sambil membungkuk dalam-dalam*. Aku juga mengerti, mungkin ada sebagian orang suka dengan yang kulakukan, ada pula yang nggak suka bahkan mungkin benci. Tapi aku rasa itu wajar. Masing-masing orang tentu punya preferensi bukan? Seorang teman pernah bilang, "teruslah menari Tie, teruslah bersemangat dan jadilah salah satu garda depan pelestari budaya kita" :"> Whaaaw. Very touchy. Maka aku juga cuma bisa berharap, semoga yang aku lakukan ini bermanfaat. Amin :)



I wanna dance with somebody,
I wanna feel the heat with somebody... [Whitney Houston]



**foto diambil semena-mena dari koleksi Vidya Hapsari (^^)v hihi. Luv ya!



2 comments:

nengpuri said...

mauuuu nariiiii
tapi iya, emang harus bisa ngeluangin waktu..
or..ga akan sempet2.. *sigh*

slamat akhirnya bisa jadi gadis penari lagi :-*

tea said...

hehehew..
trimakasi ya De',
buat dukungannya :)