Showing posts with label stupid behavior. Show all posts
Showing posts with label stupid behavior. Show all posts

Monday, 14 September 2009

Blood-Type Cartoons

These are fun strips comic I found on --> this page. Each comic tells us about different characteristics of people, how people behave on certain circumstances, based on their blood-type :D KEWL! I love cartoons, and I think it's pretty cute, funny and entertaining. Somehow it tickles me to smile really wide upon thinking of how those blood-types cartoons closely portrayed [some of] my [bad] behavior :P Perhaps some of you have seen it, or some of you haven't, so I decided to share some of them here ;)


Let's see how each blood-types reacts to these situations ;)

Different blood-types and time management. When they have an appointment, which blood type tends to be more punctual? [in the real life, like: appointment to have Break-Fasting with Friends during this Ramadhan month, hehe :p]





...and let's see closer to what happened in each of their house:





And, how about gossiping? :P
[shhh, shhh, it's not allowed to gossiping in this Holy Month! :D]





Also, we are taught to control our anger :)
Just take a look at this one:




SO? Did you find any similarities between your Blood Type with The Blood-Type Cartoon Character? :D

Can you guess my blood-type? :P

Sunday, 6 September 2009

Balada Tutup Botol Egois



Kebiasaan pagi ku di kantor, [kalo nggak puasa] begitu sampai kantor adalah segera menunjungi mini-coffeeshop yang ada di Lt.3, Pattiserie Francois. Ngapain? Biasanya sih cuma beli Iced Cappuccino atau Minuman Teh Hijau kemasan biar nggak ngantuk ~ kalo lapar baru angkut temen-temennya a.k.a snack kue basah [yang-umumnya-dipesen-buat-rapat] :D Balik ke minuman, kebetulan si Minuman-Teh-Ijo-Kemasan kesukaanku itu, terutama yang rasa Original, nggak tau kenapa sering sulit dibuka tutupnya. Keras banget. Tangan bisa merah-merah tapi si tutup botol nggak kebuka juga kalo lagi nggak beruntung. Makanya aku selalu minta dibukak-in sama pramusaji di situ. Dan biasanya yang berhasil membukanya adalah pramusaji cowok. Suatu hari, nggak ada satu pramusaji cowok disitu, dan si tutup botol belom berhasil dibukak. Bagemana inih? Terus aku inget trik lama yang diajarkan Bapakku, yaitu: mencari karet gelang. EH? diapain coba karet gelangnya? Pertamanya sih aku diketawain [nggak ada yang percaya gitu], tapi coba nih ya, mari kita liat: lingkarkan karet gelang memutari si Tutup-Botol-Egois, sampai kencang. Kayak begini ini:






Terus?
Ambil lap/kain, pelan-pelan buka si tutup botol. And voila! see what happen next ;) Jadi mulei sekarang, bagi penggemar air minum kemasan botolan, bawalah selalu karet gelang. Siapa tau kamu butuh membuka tutup botol egois di jalan, pas mau buka puasa? :D heheheh. Met puasa ya, buat yang puasa. Semoga selalu lancar dan berkah ^_*

Thursday, 16 July 2009

Who's Calling?






Aku baru saja melakukan kebodohan :p Jadi sejak bergabung di divisiku ini aku punya kebiasaan [buruk] untuk tidak mengangkat telepon yang masuk ke ponsel ku kalau nomernya tidak dikenal atau tidak ber-ID. Aku beranggapan kalau masalahnya sungguh urgent dan orangnya bermaksud baik, tentu akan menghubungiku kembali melalui sms dan menyebutkan identitasnya. Ini terpaksa kulakukan karena aku sering menerima telepon dari pihak luar yang sangat mengganggu, baik tugas maupun privasi-ku. Maka setiap ada klien baru aku tak pernah menyarankan untuk menghubungiku ke ponsel, cukup ke kantor saja. Minggu ini aku bertugas meng-arrange wawancara seminggu penuh, karena sangat banyak, kali ini aku menghubungi salah satu interviewer yang belum pernah kugunakan jasanya sama sekali sebelumnya *baru kenal, istilahnya gitu* Nah bodohnya, ketika beliau meminta nomorku untuk konfirmasi ulang besoknya, aku memberikan nomor ponselku tanpa meminta balik nomor ponsel beliau *nggak konsen pas nelpon* :( maka terjadilah kekacauan 2 hari ini. Kemarin sore, ada telpon dari nomor tak dikenal sampai 3x. Seperti biasa, yang seperti ini aku cuekin aja. Pasti sms ah kalo penting, pikirku gitu. Orang itu nggak sms sama sekali. Jadi ya aku pikir orang ini iseng doang. Ternyata aku salah, salah banget malahan. Paginya, ketika aku baru siap-siap berangkat (keburu-buru MODE ON karna udah telat banget), nomor itu nelpon lagi, 2x. Iiihh. Siapa sih ini? Dengan setengah bersungut-sungut elegan *coba bayangkan bagemana itu?* akhirnya aku angkat telpon yang ketiga.

"Assalamu'alaykum"
"Alaykumsalam, Utie! ini saya (nyebutin nama) dari kemarin saya hubungi kok susah ya?"

WADUH! celaka dua belas! ternyata si Bapak-Interviewer-yang-kemarin-kukasih-nomorku-ituuuuuuuuuu *seraya memukul jidat*

*mulei cari alasan yang pas di waktu sempit*
"mmmm.. nggg.. ngg.. maaf Pak.. ngg.."
"Wawancara pagi ini jadi nggak ya Ut? Saya kemarin nelpon mau konfirmasi itu"
"Oh-Jadi Pak! mohon maaf.. bla ba bla yadda yadda yadda" :P
"Oh yasudah nggak papa, sampai ketemu nanti ya Ut"
Pweewwh... Untung Bapak-nya nggak marah :D dan kedengerannya orangnya ceria dan humble sekali, padahal dulu beliau termasuk orang yang sangat penting di kantorku ini. Pweeeewwwh alhamdulillah :)


Gara-gara ini bukan berarti aku menghentikan kebiasaanku nggak mau mengangkat telpon gak dikenal ya, tapi mungkin besok-besok harus lebih fokus dan konsentrasi :D juga selalu inget untuk nanya balik nomer telpon orang yang kukasih nomer telpon :P uhuk uhuk uhuk *batuk*