\(^^)/
wish I could see Doraemon
and ask his favor to borrow me his "Pintu-Kemana-Saja"
where do you think you wanna go? :)
~I wanna travel through time, see your surprise...
[Counting Down the Days - Natalie Imbruglia]
\(^^)/
wish I could see Doraemon
and ask his favor to borrow me his "Pintu-Kemana-Saja"
where do you think you wanna go? :)








I know this is a little [too] late, but believe me, I really, really, really did try so hard to seek some-free-time writing and memorizing things, until I [finally] finished this kinda 'story-telling' post ^____* TING DING! Hwell, in order to make you less-bored-and-less-garfield-eye-ing, I decided to share the story into 2 (two) posts. First post is about the trip preparation, and the second one will be the workshop, interesting places and the rests ;)
Aaahhh so here comes the loooong plus tiring equals to boring lines of mine for you to read :P hihi.
*Errrrrr.. I prefer to write in Bahasa Indonesia if you don't mind, since it's so difficult to mention the full emotion in English - halagh*
Jadi ceritanya itu:
Kira-kira dua minggu hampir sebulan yang lalu, aku berkesempatan traveling ke negara tetangga dalam rangka dinas pertamaku ke luar negeri *Cieileeh*. Iyaaa kamu benar! inilah yang bikin aku melebaykan diri berminggu-minggu lalu, inget? :p Maklum, sebagai buruh-yang-setia-duduk-di-belakang-meja, bisa dibilang aku adalah staf yang paling jarang dinas keluar kota maupun ikut pelatihan, pendidikan, dan sodara-sodaranya. Jadi waktu sang Mama Bos mendatangi mejaku untuk mengabarkan bahwa beliau mencalonkan namaku untuk ikut workshop tentang memanage risiko produk klien yang diselenggarakan lembaga ini di Kuala Lumpur - Malaysia, I was like "WHOA?!" and then "Whoa, Whoa, Whoa!" :D surprised sekaligus seneng. Baru dicalonin padahal sih. Disuruh ikut TOEIC test sebagai syarat pencalonan aja udah bikin aku lompat-lompat seperti bayi kangguru [Norak ya? Ah BIARKEUN. Karna kesempatan seperti ini untukku sangatlah jarang, maka harus dimanfaatkan disyukuri se-syukur-syukur-nya] :D
For some of you whose already got lotsof experiences on traveling around countries, mungkin pergi ke KL bukan sesuatu yang istimewa. Secara tetangga paling deket gitu loh :p Tapi buatku, ini adalah kali pertama penugasanku yang paling jauh sekaligus perjalanan perdana antar negara. Jadi ya, silakan bilang aku norak, ndeso, kampung, you name it :D seminim apapun, ini namanya pengalaman, ya kan? kan? kan? Kalo kalian baca postingan-postinganku sebelumnya, mungkin ada yang bertanya-tanya ya kenapa aku segitu lebaynya seperti mau berangkat perang? *ini sedikit hiperbola* Jawabannya adalah: karena aku sedikit shock begitu dikasih tau nominasiku diterima tapi aku akan berangkat.. SENDIRI! OhEmJiiiii, sendiri??? :O Padahal sebelumnya yang aku dengar, untuk workshop serupa dari penyelenggara yang sama, biasanya satuan kerjaku mengirimkan pegawai lebih dari 2 (dua) orang. Lah ini kenapa cuma aku sendiri? single ting-ting? belum sempet mikir lebih lanjut tentang kemungkinan-kemungkinan awkwardnya pergi sendiri, banjir deadline pekerjaan utama membuat aku nggak bisa lebih banyak lagi mikirin penugasan. "Ah sudahlah, alhamdulillah aku jadi berangkat. Mudah2an semua lancar." Bishtu, udah. Titik. Aku lanjutkan lagi semua tumpukan dokumen di atas 2 (dua) meja ituh [mejaku dan meja si-partner-tercinta-ku-yang-sedang-cuti-melahirkan, inget? :D]. Nah, selagi bagian Humanitarian mengurus dokumentasi keikutsertaanku dari kantor ke lembaga itu, aku masih bisa santaiii dan nggak mikirin yang aneh2 tentang si workshop. Ngurus paspor aja nanti-nanti melulu [sok lupa dan sok sibuk :p]. Dan tibalah tanggal 13, hari dimana aku mendapat kabar dari senior-dengan-pengalaman-maxi-dan-network-bak-jaring-laba-laba, kalau kali ini negara peserta harus menyerahkan country paper dan harus melakukan presentasi di sana. APAAAAA?? :-O Loh, katanya kita tinggal duduk manis dan mendengarkan materinya para fasilitator aja? kenapa jadinya harus presentasi? Inilah shock yang ke dua. Benarkah itu? Aaahhh.. masi ada 3 minggu lagi deh ya, dipikir aja sambil jalan aaaah. Dicicil pas wiken bisa banget deh kayaknya mah. Itulah salah-satu kedodol-an ku yang terlalu. Buatku, wiken adalah waktunya jadi sleeping-beauty dengan hibernasi habis-habisan setelah 5-hari kerja yang melelahkan. Oh-ya-lupa! juga memuaskan hasrat surfing dengan modem seadanya beserta Tottie tercinta (evil smirk). Gampang ditebak kan? Tentu saja jendela-jendela maya via Rubah-Api lebih menggugah selera dibandingkan Microsoft Word dan Microsoft Power Point, bukan? Pweewh. Wiken-ku pun lewat sia-sia belaka (T____T) Oogghh.. sungguh menyesaaaaaaalll aku menyesaaaaaaaaaallll!
Di tengah penyesalan-tapi-santai yang aneh, mulai H-14 penyelenggara mulai mengirimkan surat elektronik dan faksimili yang isinya formulir-formulir personal info yang harus kuisi, programme schedule plus.. guideline country paper. A HA! asik, ada guidelinenya ^^ alhamdulillah, mereka mengirimkan poin-poin penting yang harus dibicarakan disana. Aku baca dengan seksama, dari 6 poin yang ditanyakan, ternyata yang benar-benar aku tau hanya 2 (dua) topik, yang kebetulan berhubungan langsung dengan kerjaanku *mukul jidat* O La La.. Beklah, sepertinya aku harus diskusi. eh, tapi waktunya KAPAN? diulang, KAPAAAANNNN??? deadline kerjaan utama aja nggak habis-habis, gimana mau mikirin diskusi paper segala? Aku baca lagi deadline country paper, JLEB! H-7???? Panik pangkat tujuh puluh delapan! Ah sudahlah, jadinya waktu itu aku mulai mencicil materi untuk 2 (dua) poin pertama. Pweeewh. Siapa tau emang harus milih salah satu topik aja ya, kan ini antara satu dan lainnya sampai poin terakhir, topiknya nggak begitu berhubungan :p *penuh penghiburan diri* -- oke, sejujurnya aku bikinnya agak susah payah, karna aku tak punya sense of writing yang bagus, nulis sebaris dihapus, nulis lagi tiga baris, dihapus dua baris. Arrrgghhh mana mungkin aku bisa bikin country paper yang bagus dalam waktu kurang dari seminggu??? Nyontek paper yang kemarin? Nggak mungkin, karena kebetulan tahun lalu Indonesia menjadi tuan rumah dan tidak ada presentasi dari instansi kami. Kata seniorku yang jadi peserta tahun lalu "emang biasanya yang presentasi negara-negara peserta Tie, tuan rumah gak ikut". Alamakjaaaaaaang. Bagus, bagus. Lalu bagaimana aku harus menggombal materi diluar licensing ya? Ada peraturan kelembagaan untuk klien baru direvisi beberapahari sebelum aku dikasih kabar-kabur tentang paper itu. Dan [pastinya] belum aku baca s.a.m.a.s.e.k.a.l.i. :D hahaha panik pangkat tujuh puluh dua. Kenapakah?
Moral of the Story:
1. Be well-prepared. That-oh-is-a-must! Nggak ada alasan kekurangan waktu untuk diskusi, mencari dan menggali sebanyak-banyaknya data, isu terbaru dan segala macam yang berhubungan dengan instansi dan negara kita. Kalau merasa hanya punya waktu amat sedikit, manfaatkanlah seoptimal mungkin ;) Biarpun kedengerannya klise, ini serius loh. Meskipun judulnya penugasan atas nama kantor, begitu keluar sana.. kamu tidak akan dilihat 'hanya' sebagai 'perwakilan kantormu' tapi dilihat sebagai 'Orang Indonesia'. Dan nggak ada yang lebih tau Indonesia selain orang Indonesia itu sendiri, bukan? Jadi maksimalkan-lah isi kepalamu dengan wacana Indonesiana. Percaya atau tidak, bahkan pertanyaan seperti: "Berapa lamakah perjalanan dari Jakarta ke Bandung menggunakan transportasi Mobil?" sungguh dimungkinkan ada ;) nah loh, kan?6. Jangan lupa bawa KARTU NAMA yang banyak. Di forum antar negara, kamu akan amat sangat membutuhkannya. Pada waktu kamu menyerahkan Kartu Nama untuk orang lain, sebaiknya dengan kedua tangan. Itu menunjukkan penghormatan dan penghargaan terhadap orang itu. Mungkin kalau di sini, antara teman sendiri/klien baru, kita sudah terbiasa menyerahkannya dengan tangan kanan saja ya. Tapi untuk acara semi formal seperti aku ini, dua tangan selalu lebih baik ;) [FYI, teman-temanku dari negara lain juga melakukan hal yang sama. Jadi sepertinya ini sudah menjadi semacam International Culture, mungkin ya.. *sok tau*]
7. Sebelum keberangkatan, hubungi provider selularmu, apakah dimungkinkan untuk membuka roaming international di negara tujuanmu. Kalau misalnya enggak, atau misalnya tarifnya amat mahal, menurutku lebih baik cari informasi mengenai provider di negara tujuan. Pastinya nggak mau kehilangan kontak dengan yang tersayangs di tanah air, kan? ;) In my case, karna kartuku tak bisa dipakai samasekali disana *sigh*, aku memutuskan untuk membeli starter kit DiGi untuk kugunakan selama di Malaysia (eh, tak apa kan menyebutkan nama produk? :p untuk info saja kok). Komunikasi lancaaaaar dan juga murah :p hal ini juga diikuti oleh beberapa teman yang mengalami hal serupa denganku, hehe ^^ *suer, bukan iklan*