Showing posts with label trip. Show all posts
Showing posts with label trip. Show all posts

Monday, 22 June 2009

pintu kemana saja




\(^^)/

wish I could see Doraemon
and ask his favor to borrow me his "Pintu-Kemana-Saja"

where do you think you wanna go? :)





~I wanna travel through time, see your surprise...
[Counting Down the Days - Natalie Imbruglia]

Friday, 8 May 2009

A Little Trip #2: Vini, Vidi, Dormi



[... and so The 'Malaysia' Trip report continues here ;) You've read some silly things on my previous post, haven't ya? so here's the-not-even-smarter things about the rest of the story :D]



Eghm, singkat cerita:
Aku akhirnya berangkat menggunakan flight jam 20.45 bersama Ibu Ratih. Aku menunggu kira-kira 4 jam di bandara setelah kedatangan-ku yang terlambat untuk naik penerbangan sebelumnya itu *pweew*. Tapi gapapaaa.. 4 jam itu aku habiskan untuk: menelpon teman tercinta-ku ini sambil mentertawakan kedodolan ku ketinggalan pesawat [mau nelpon anggota keluarga takut mereka kuatir, maka.. nanti saja aaah, kalau sudah sampai], terus sedikit SKSD cerita sana-sini sama sesama penumpang pesawat yang juga lagi menunggu di situ, membeli kopi dan tentu saja ber-I net sambil menunggu saat keberangkatan tiba :p

Hemm.. setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam, sampailah kami di Kuala Lumpur International Airport (KLIA). Berarti kami sampai sekitar jam 22.45 waktu Indonesia (atau jam 23.45 waktu Malaysia :p). Kesan pertamaku begitu menginjakkan kaki di Bandara adalah: Bersiiiiih, modern, dan rapi (norak-nya mulai). Perjalanan dari gate menuju bagian imigrasi cukup jauh ditempuh dengan lorong yang panjaaaaang. Sepanjang kiri-kanan lorong itu terdapat lounge tunggu penumpang dan toko-toko cokelat bak istana boneka warna-warni. Beginilah penampakan mata mengantukku jadinya ---> $__$ TRINGG! whiiiww.. c.o.k.l.a.t!! *nanti ada waktunya Tie, ada waktunya. bersabarlah*. Begitu sampai di pintu, sudah ada pria berusia sekitar 35-tahunan membawa papan yang bertuliskan namaku dan bu Ratih beserta nama workshop-ku di bawahnya :p His name is Alex.

Ada kejadian lucu dimana Alex yang berdialek British English campur Mandarin berkata:
"please wait accross lower 2, dot 7. I'll take care your luggages".
Ha? pardon? apaan tuh? lower 2.7? aku dan bu Ratih sama-sama mendengar kata "lower" dan "dot" dan kita sama sekali nggak ngerti maksud si Bapak.
Ternyata setelah dia menjelaskan
"you have to take the elevator first, because I parked the limo accross the door number 7" Owalalalalaaah. Ternyata maksudnya "level 2, door 7" :D jadi kami harus naik dulu ke Lt.2 dan disitu ada pintu-pintu berbentuk tabung dengan nomor-nomor. Rupanya Alex menunggu kami di di seberang pintu nomor 7 itu. Oh La La, bahasa oh bahasa...

... dan ternyata perjalanan dari bandara ke Kuala Lumpur cukup jauh. Sekitar 45 menit menggunakan Limo (nama taxi bandara nya Alex, red). Jadi kebayang dong gimana tepar nya kita begitu sampai di Hotel. Sekitar jam 1 pagi! Huah. Mana besok paginya udah ada acara City Tour. Vini, Vidi, Dormi banget deh -means: Aku datang, aku lihat, aku tidur :D Ohiya, kami menginap di Lanai Kijang. Hotel milik bank sentral Malaysia (BNM) yang digunakan untuk event-event tertentu yang berhubungan dengan instansi itu. Jadi hotel ini masih baru, bahkan papan nama jalannya konon baru dipasang tepat setelah kedatangan kami ke sana ^^ HWa. Di dalam kamar sudah disediakan tas pungung beserta materi workshop yang gede bwanget :D ternyata paper kami sudah di print-out dan dimasukkan disitu pula. Nyeaaaa.. *muka bersemu merah*.


Minggu Pagi, kami diajak ber-City Tour keliling-keliling popular tourist spots ;) disini aku baru bertemu dan berkenalan dengan banyak CBs dari negara lain yang juga ikut city tour, ada dari Thailand, Filipina, Cambodia, Iran, Afghanistan, Bangladesh, Maldives, Albania, Turki dan Pakistan. Hwaa seru! karena ternyata sebagian besar dari mereka yang ikut city tour optional ini juga baru pertama kali ke KL, seperti diriku :p so it was really fun and loads of cheers along the day - foto selengkapnya bisa dilihat di FB dan [kapan-kapan] akan ku-upload di Flickr kalau ada waktu. Here's the list where they took us:




1. Putrajaya.
Ini adalah kota pusat administrasi - wilayah persekutuan Malaysia yang baru, yang menggantikan Kuala Lumpur (Nah, baru tau? aku juga :p). Letaknya cukup jauh dari KL, tapi sungguh membuatku ter'Hwaw'-'Hwaw' dengan tata kota dan [katanya sih] infrastruktur TI nya yang oke :) Di Putrajaya, kami antara lain melewati Cyberjaya, mengunjungi Putrajaya International Convention Centre, memotret dari jauh Perdana Putra (kantor Perdana Menteri, red - hari pertama kami workshop adalah hari pertama PM Malaysia yang Baru terpilih, Najib Tun Abdul Razak bertugas), Masjid Putra, Putrajaya Lake (dan melihat Seri Wawasan Bridge yang magis), kantor MoF Malaysia dan juga melewati Botani Square yang hijau ^^ -just an advise: selalu charge sampai full baterai CamDig mu dari rumah, juga baterai HP kamera. Atau kalau CamDig mu memungkinkan menggunakan baterai AA, maka selalu bawa baterai ini dalam pouch - dan Oh ya: Check kapasitas memory card, karna pasti butuh space yang banyaaaaaaakkk kalau kamu doyan berfoto-dan memoto :D Hyes! You never know unfortunate things happend while you don't think is going to happen, rite?








2. Dataran Merdeka.
Ini adalah tempat pertama kali Malaysia merayakan kemerdekaannya dari Inggris. Aku suka dengan bangunan-bangunan nya yang klasik banget. Campuran antara arsitektur Inggris dan budaya Melayu yang Islami bisa dilihat disini ;)




3. The Twin Towers.
Coba, manusia macam apa yang pergi ke Malaysia nggak mampir ke sini? :p among lotsof pictures we've made, I love the second one.. hihi






4. Star Hill a.k.a Bukit Bintang.
Nah, kalo ini mah tempat belanja. Nggak ada foto-foto di sini karena kami semua sibuk.. belanja! :D Kalo boleh ngasih opini pribadi nih ya, masih lebih oke ITC, Tanah Abang, maupun Mall2 lain di rumah dibandingkan Star Hill. Konsepnya seperti jalan yang kanan-kiri nya penuh dengan pusat belanja aja. Dari mulai yang murah sampai branded semua ada. Menurutku yang menarik mungkin bisa dapet sepatu Vincci ataupun C&K dengan harga nggak semahal di Jakarta :p tapi selainnya itu.. mending cari di tempat lain deh.


Kelar City Tour? tidur lagi dong.. kan musti siap-siap buat pembukaan workshop besoknya. Hehe :p *kebayang gak sih baru sampe jam 1 pagi terus jalan-jalan mulai jam 7 sampai jam 5 sore, hrrrrrr*. Ohiya, advise lagi nih ya.. sebaiknya sebelum berangkat ke negara tujuan, siapkan legal tender a.k.a mata uang negara tersebut secukupnya. 'Secukupnya' bisa dikira-kira kan ya? :) sebenernya di Malaysia, kemana pun kamu pergi, Money Changer bertebaran di mana-mana. Hanya karena menjadi agak repot kalau kamu harus membandingkan kurs antara satu dan yang lainnya, juga jadi nggak praktis dengan jadwal belanja yang terbatas dengan banyaknya tempat yang ingin dikunjungi. Mmm.. lalu bagi yang mendapat uang saku dalam pecahan USD, lebih baik beli MYR-nya pake IDR aja deh :P lalu USD nya bisa diinvestasiken di deposito dollar Bank Syariah dengan akad mudharabah. Tapi kalo enggak juga gakpapa sih, ini cuma alternatif doang kok :p *disclaimer: semua yang saya katakan disini tidak mencerminkan pandangan instansi tempat saya bekerja - halah* hahahaha.


Tentang Workshop: Pengajarnya bagus-bagus, materinya berbobot dan menarik *plus berhubungan sangat dengan kerjaanku, ya ya ya* :D. Jadi kami dibagi-bagi menjadi kelompok-kelompok diskusi dalam roundtable yang tiap harinya diputar & diubah-ubah komposisinya. Seneng banget bisa kenal banyak teman-teman baru [dan unik-unik] disini. Tetapi eh tetapi, yang baru kenalan denganku biasanya mengira aku bukan peserta *why-oh-why tinggi tubuh selalu jadi tolok-ukur?* padahal, sungguh aku telah berusaha maksimal untuk tampak lebih dewasa.. mengapa oh mengapaa (-___-);

"Are you Ms. Sekaryuni's daughter?"
"Are you really a CB? what department are you in?" *ditanyakan Bapak-Bapak dari Iran dengan wajah senyum penasaran*. OhEmJi...
"I guess you're about early twenty, right?" -- eh? aku tersapu-sapu tersipu-sipu

Uh ya.. ada cerita yang lebih konyol lagi, ada satu Bapak-Bapak dari Bangladesh, setelah kelas selesai di sore hari dan kami menuju kamar masing-masing, Bapak ini mengejarku sambil memanggil-manggil dari kejauhan:

"Miss Utami... Miss Utami...!"

*celingak-celinguk* "Yes, Mr. Shafiq?"

"May I know, how old are you?"

*he? -still cool and tried to make a joke with a little smirk*
"Hwell, can you guess it?" *sambil menyeringai*

"No, I mean.. this is serious. I just really want to know. How old are you?"
(He even repeated his question! My-oh-My! >.< ) *aku menyerah lah.. masa mau bikin keributan gara2 meminta si Bapak ini untuk terus-terusan main tebak-tebakan umurku segala? akhirnya kujawab pasrah lah* "I'm twenty XXXX" *sambil senyum*

"Ow.. Okay. Thank you. And I'm Forty"
sambil tersenyum mengangkat bahu, lalu zingggg.. pergi gitu aja, ninggalin aku yang melongo bingung "Lah, cuma nanya itu doang? maksutloooooh?" &^%$$%%^^##@!


--sungguh cerita yang tak penting :p lanjut...
Ehiya, peserta dari Indonesia yang ikut workshop ini ternyata nggak cuma aku dan Bu Ratih, ada dua peserta lagi dari DepKeu, yaitu Mbak Dini dan Mbak Erna :) meskipun kami baru sempat berkomunikasi di sana, menyenangkan sekali bertemu dengan rekan senegara di negara tetangga *halahhh*. Umm.. apalagi ya? Ah iya! presentasinya berjalan lancar meskipun tidak terlalu sukses :p karena ternyata ada beberapa pertanyaan yang diajukan peserta yang bersifat data matematis yang aku tak punya :D lantas? pake jawaban klasik dong ;) "silakan hubungi bagian R&D kami untuk hasil penelitian mengenai hal tersebut" - kata salah satu researcher senior yang sering ikutan acara seperti ini, jawaban seperti itu halal dan legal kok ^^ Ahaiiyyaaa. Daripada boong-sok-tau-pura-pura-tau, ya gak? alhamdulillah acara menggombal perdana-ku nggak pake cucuran keringet dingin ataupun mengalami 'heng' ditengah-tengah *kan bawa contekan, hihi*. Deg-deg an mah tetep. Apalagi liat presentasi negara lain yang bagus-bagus, tambah bikin ilang PeDe aja jadinya. Tapi biarlah.. grogi itu sekali-kali perlu, namanya juga pertama, ya ndak? :p *pembenaran atas nama grogi*

---
Panitia memang pintar mengatur itinerary ;) paham dengan keinginan para tetamu untuk berbelanja, tiap makan siang kami selalu ditanya "malam nanti kira-kira anda ingin kemana? kalau sesuai jadwal, kami akan mengantar anda ke sini... situ.. dan sana.. tapi kalau mau yang lain, just let us know ya.. nanti akan kami tawarkan ke peserta lainnya juga" Hwaww. Great! Jadilah.. acara jalan-jalan malam dengan rombongan kuhabiskan dengan mengunjungi Central Market (Pasar Seni) - tempat beli suvenir2 menarik.. seperti Malioboro-nya Jogja gitu perasaan sih ya-, lalu Petaling Street/China Town - disini juga pusat suvenir dengan harga yang lumayan miring, asal bisa merayu si penjual dengan 'sedikit kejam' untuk menurunkan harga alias menawar. Nah, buat yang berbakat bisa nih borong-borong disini. Lalu aku juga mengunjungi The Curve - salah satu pusat belanja di daerah Mutiara Damansara di Selangor, yang terletak di seberangnya IKEA!!! -OMaiGat, this is A-MUST-VISITED spot, I'm telling you- daridulu aku penasaran banget dengan desain2 lucu-nya si Ikea ini. I'm such a huge fan of colours and creativity, jadi begitu ada tawaran ke tempat lain selain Bukit Bintang (untuk dikunjungi lagi) aku mengusulkan "mmmgg.. anu.. itu.. mbak, mbak, kalo ke IKEA aja boleh ndak?" - ndeso style. Huwaaa.. girang banget begitu tau boleh & malah ada beberapa temen yang penasaran pingin ikut ^^)/" hohoho. Begitu masuk (norak lagi deh inih) aku benar-benar terpesona gaya minimalis toko-nya. Warna-warni, simple, kreatif, cantik, unik, menarik, kreatif (eh, udah ya?). Betaaaah banget lama-lama di situ mengamat-amati [dan mengomentari] detail room-display, kitchen-display, sampai bathroom juga ada di sini. Aaaah jadi bikin pengen punya rumah minimalis praktis kayak display2 itu *berangan-angan-melulu-dot-com*. Aku juga tak memborong sih, cuma beli beberapa barang unik yang di rumah nggak ada dan masih memungkinkan masuk KoGe *meskipun rasanya tak mungkin muat kecuali si KoGe di-kloning* :p Sepertinya waktu berjalan cepat.. dan 2,5 jam di situ juga sebenarnya kurang :( tapi apa daya.. sayangnya kami harus kembali. NGIKZ.

Hari terakhir workshop, malamnya kami semua ikut farewell dinner yang menyenangkan [dan mengenyangkan!] di Revolving Restaurant (kalau nggak salah, namanya Seri Angkasa) di KL Tower. Dari sini bisa melihat KL dari ketinggian.. errr berapa ya? -lupa nggak bawa meteran- juga bisa ngeliat The Twin Towers di malam hari. Awesome ;) acara farewell dinner lebih banyak haha-hihi dan foto sana-sini. Meskipun akhirnya sedih karna bishtu musti pisah kembali ke negara masing-masing. Huhuhu *nggak pake acara mengiris bawang kok, tapinya* :p


Hari berikutnya kami check-out Hotel.. dan aku melanjutkan trip ku dengan mengunjungi keluarga seorang teman ;) Hyea, aku memang memutuskan extend dari jadwal acara, dengan konsekuensi semua ditanggung sendiri. Untungnya, Mas Rifqi-Mbak Peni (keduanya temanku waktu kuliah di Jogja, saat ini mereka -beserta 2 anak yang dibawa serta- sedang melanjutkan sekolah di Universiti Islam Antarbangsa) bersedia menampungku di apartemen mereka dan bersedia direpotkan oleh kedatanganku :D *halah* ;) Dari tempat mereka di Gombak, aku coba ber-petualang sendiri dengan mencoba jalan-jalan dengan menggunakan Light Rail Transit (LRT). Berbekal mini-map [yang lengkap dengan peta jaringan Monorail, LRT dan KTM Komuter], setelah diantar ke stasiun Gombak tentunya (@mas QQ: suwun loh Mas!), Sabtu malam aku beranikan diri jalan-jalan ke KLCC sendiri. Whiiiiwww.. ternyata gampang! :D [dan ketagihan, hehe] Transportasi di sana memang nggak ribed -berharap Jakarta secepatnya nggak ribed juga-, tadinya aku mau nyoba jalan-jalan muterin KL sambil nyoba semua alat transportasinya, tapi tak mungkin :p kalo lagi jalan-jalan begitu rasanya waktu jadi cepeeeet banget yah. Akhirnya aku cuma membeli beberapa titipan teman lalu balik lagi ke Gombak jam 10 malam. Minggu pagi, tadinya aku berencana nggak jalan-jalan lagi, tapi Oh La La.. ternyata pas aku melihat plastik2 hasil belanjaan & kondisi KoGe, aku tak tega membayangkan akan menjadi manusia 'Tas' dengan jinjingan disana-sini. Beklah, lalu aku memutuskan membeli Tas besar ke.. China Town. Kali ini aku naik LRT ke arah Pasar Seni, baru ke Petaling. Memang harus tanya-tanya juga sih pertamanya.. "excuse me, may I know which way to go to Pasar Seni?" maklum, pertama aku kesitu kan dianter pake' bis sama penyelenggara, ya tak? jadi agak2 lost in translation begitu turun dari LRT yang stasiunnya mengarah ke segala penjuru. Setelah menemukannya, baru deh bisa jalan-jalan tralala kesini-sana. Untung masih inget jalannya & nggak kesasar :P Yang penting mah, main-check-point nya ketemu dulu :D

Oh iya, ada sedikit tips seputar belanja:
  1. Biar nggak terlalu boros, bikin list dulu aja kira-kira jumlah oleh-oleh/suvenir yang akan dibawa pulang. Hal ini juga untuk menghindari excess baggage yang terlalu banyak. And.. I think it's better to make the-less-fortunate to be on the list first :) [misal: OB, cleaning service - they'd love it. Anything, even those small things as long as 'made in Malaysia' ;)]

  2. Beli suvenir/oleh-oleh (O2) yang gampang dibawa saja, tapi unik & kira-kira nggak bisa dicari di rumah.

  3. Mind-set currency jangan sampai kacau. Misalnya, karena denominasi IDR kita yang banyak (Ratusan, Ribuan, Puluh Ribu) jangan sampai terkecoh dengan denominasi mata uang negara lain yang lebih kecil. Misalnya, dengan melihat harga RM 20 -sepertinya kalau melihat angkanya murah sekali bukan?- mari kita lihat dalam rupiah.. Whoa, approximately Rp. 70.000! Jadi kalau kamu pergi dengan anggaran terbatas, atau pergi dengan anggaran berlebih tapi tak mau boros, berhati-hatilah dengan ini :) kalau perlu bawa kalkulator/hitung dulu harga-harga dengan HP.

  4. Kalo cuma bawa koper 1 untuk baju dan sudah penuh, memang nggak ada salahnya kita mempersiapkan tas cadangan dari rumah untuk membawa O2. Selain mencegah belanja berlebihan, juga tak usah repot cari-cari tas lagi cuma untuk tempat O2 seperti aku :(

  5. Sepertinya sudah semua :p

---
Setelah belanja yang amat-terburu-buru-tapi akhirnya selesai juga, aku diantar Mas Rifqi sekeluarga untuk kembali ke Lanai Kijang. Loh, buat apa? Iya, karna dari sana aku dijemput lagi oleh temannya Alex dari Limo untuk diantar ke bandara. Asik! Pulaaaaaaang ^^. Untung kali ini aku nggak telat :p hehehe.

Hwell, it's been a wonderful trip, amazing experience and fabulous advanture all in one. Alhamdullilah atas kesempatan yang diberikanNya sehingga aku mendapatkan pengalaman ini dan juga senang semua lancar :) Semoga lain waktu kalau ada kesempatan seperti ini lagi [berharap] aku bisa menceritakannya dengan lebih baik ;)


jangan bosen ya...


PS: sepertinya aku sudah menulis banyak sekali yah -rekor tulisanku paling panjang nih-. Padahal aku yakin masih banyak yang terlewat :p tapi ah,.. semoga yang sedikit sebegini ini bermanfaat yah :)

Saturday, 2 May 2009

A Little Trip #1: The Chaotic Preparation





I know this is a little [too] late, but believe me, I really, really, really did try so hard to seek some-free-time writing and memorizing things, until I [finally] finished this kinda 'story-telling' post ^____* TING DING! Hwell, in order to make you less-bored-and-less-garfield-eye-ing, I decided to share the story into 2 (two) posts. First post is about the trip preparation, and the second one will be the workshop, interesting places and the rests ;)



Aaahhh so here comes the loooong plus tiring equals to boring lines of mine for you to read :P hihi.


*Errrrrr.. I prefer to write in Bahasa Indonesia if you don't mind, since it's so difficult to mention the full emotion in English - halagh*


Jadi ceritanya itu:
Kira-kira dua minggu hampir sebulan yang lalu, aku berkesempatan traveling ke negara tetangga dalam rangka dinas pertamaku ke luar negeri *Cieileeh*. Iyaaa kamu benar! inilah yang bikin aku melebaykan diri berminggu-minggu lalu, inget? :p Maklum, sebagai buruh-yang-setia-duduk-di-belakang-meja, bisa dibilang aku adalah staf yang paling jarang dinas keluar kota maupun ikut pelatihan, pendidikan, dan sodara-sodaranya. Jadi waktu sang Mama Bos mendatangi mejaku untuk mengabarkan bahwa beliau mencalonkan namaku untuk ikut workshop tentang memanage risiko produk klien yang diselenggarakan lembaga ini di Kuala Lumpur - Malaysia, I was like "WHOA?!" and then "Whoa, Whoa, Whoa!" :D surprised sekaligus seneng. Baru dicalonin padahal sih. Disuruh ikut TOEIC test sebagai syarat pencalonan aja udah bikin aku lompat-lompat seperti bayi kangguru [Norak ya? Ah BIARKEUN. Karna kesempatan seperti ini untukku sangatlah jarang, maka harus dimanfaatkan disyukuri se-syukur-syukur-nya] :D


For some of you whose already got lotsof experiences on traveling around countries, mungkin pergi ke KL bukan sesuatu yang istimewa. Secara tetangga paling deket gitu loh :p Tapi buatku, ini adalah kali pertama penugasanku yang paling jauh sekaligus perjalanan perdana antar negara. Jadi ya, silakan bilang aku norak, ndeso, kampung, you name it :D seminim apapun, ini namanya pengalaman, ya kan? kan? kan? Kalo kalian baca postingan-postinganku sebelumnya, mungkin ada yang bertanya-tanya ya kenapa aku segitu lebaynya seperti mau berangkat perang? *ini sedikit hiperbola* Jawabannya adalah: karena aku sedikit shock begitu dikasih tau nominasiku diterima tapi aku akan berangkat.. SENDIRI! OhEmJiiiii, sendiri??? :O Padahal sebelumnya yang aku dengar, untuk workshop serupa dari penyelenggara yang sama, biasanya satuan kerjaku mengirimkan pegawai lebih dari 2 (dua) orang. Lah ini kenapa cuma aku sendiri? single ting-ting? belum sempet mikir lebih lanjut tentang kemungkinan-kemungkinan awkwardnya pergi sendiri, banjir deadline pekerjaan utama membuat aku nggak bisa lebih banyak lagi mikirin penugasan. "Ah sudahlah, alhamdulillah aku jadi berangkat. Mudah2an semua lancar." Bishtu, udah. Titik. Aku lanjutkan lagi semua tumpukan dokumen di atas 2 (dua) meja ituh [mejaku dan meja si-partner-tercinta-ku-yang-sedang-cuti-melahirkan, inget? :D]. Nah, selagi bagian Humanitarian mengurus dokumentasi keikutsertaanku dari kantor ke lembaga itu, aku masih bisa santaiii dan nggak mikirin yang aneh2 tentang si workshop. Ngurus paspor aja nanti-nanti melulu [sok lupa dan sok sibuk :p]. Dan tibalah tanggal 13, hari dimana aku mendapat kabar dari senior-dengan-pengalaman-maxi-dan-network-bak-jaring-laba-laba, kalau kali ini negara peserta harus menyerahkan country paper dan harus melakukan presentasi di sana. APAAAAA?? :-O Loh, katanya kita tinggal duduk manis dan mendengarkan materinya para fasilitator aja? kenapa jadinya harus presentasi? Inilah shock yang ke dua. Benarkah itu? Aaahhh.. masi ada 3 minggu lagi deh ya, dipikir aja sambil jalan aaaah. Dicicil pas wiken bisa banget deh kayaknya mah. Itulah salah-satu kedodol-an ku yang terlalu. Buatku, wiken adalah waktunya jadi sleeping-beauty dengan hibernasi habis-habisan setelah 5-hari kerja yang melelahkan. Oh-ya-lupa! juga memuaskan hasrat surfing dengan modem seadanya beserta Tottie tercinta (evil smirk). Gampang ditebak kan? Tentu saja jendela-jendela maya via Rubah-Api lebih menggugah selera dibandingkan Microsoft Word dan Microsoft Power Point, bukan? Pweewh. Wiken-ku pun lewat sia-sia belaka (T____T) Oogghh.. sungguh menyesaaaaaaalll aku menyesaaaaaaaaaallll!


Di tengah penyesalan-tapi-santai yang aneh, mulai H-14 penyelenggara mulai mengirimkan surat elektronik dan faksimili yang isinya formulir-formulir personal info yang harus kuisi, programme schedule plus.. guideline country paper. A HA! asik, ada guidelinenya ^^ alhamdulillah, mereka mengirimkan poin-poin penting yang harus dibicarakan disana. Aku baca dengan seksama, dari 6 poin yang ditanyakan, ternyata yang benar-benar aku tau hanya 2 (dua) topik, yang kebetulan berhubungan langsung dengan kerjaanku *mukul jidat* O La La.. Beklah, sepertinya aku harus diskusi. eh, tapi waktunya KAPAN? diulang, KAPAAAANNNN??? deadline kerjaan utama aja nggak habis-habis, gimana mau mikirin diskusi paper segala? Aku baca lagi deadline country paper, JLEB! H-7???? Panik pangkat tujuh puluh delapan! Ah sudahlah, jadinya waktu itu aku mulai mencicil materi untuk 2 (dua) poin pertama. Pweeewh. Siapa tau emang harus milih salah satu topik aja ya, kan ini antara satu dan lainnya sampai poin terakhir, topiknya nggak begitu berhubungan :p *penuh penghiburan diri* -- oke, sejujurnya aku bikinnya agak susah payah, karna aku tak punya sense of writing yang bagus, nulis sebaris dihapus, nulis lagi tiga baris, dihapus dua baris. Arrrgghhh mana mungkin aku bisa bikin country paper yang bagus dalam waktu kurang dari seminggu??? Nyontek paper yang kemarin? Nggak mungkin, karena kebetulan tahun lalu Indonesia menjadi tuan rumah dan tidak ada presentasi dari instansi kami. Kata seniorku yang jadi peserta tahun lalu "emang biasanya yang presentasi negara-negara peserta Tie, tuan rumah gak ikut". Alamakjaaaaaaang. Bagus, bagus. Lalu bagaimana aku harus menggombal materi diluar licensing ya? Ada peraturan kelembagaan untuk klien baru direvisi beberapahari sebelum aku dikasih kabar-kabur tentang paper itu. Dan [pastinya] belum aku baca s.a.m.a.s.e.k.a.l.i. :D hahaha panik pangkat tujuh puluh dua. Kenapakah?

  • Aku tak pernah melakukan presentasi lagi sejak 1,5 tahun lalu. Terakhir presentasi yang kulakukan adalah.. waktu OJT :D KWAK! adapun presentasi Tim yang pernah dilakukan di daerah-daerah, aku hanya kebagian sebagai "pemeran-pembantu" dan bukan "pemeran utama" :D got the meaning? No? Artikanlah secara harafiah, pemeran: pembantu :D
  • Kalau sekedar menjelaskan prosedur dan peraturan instansi dan terlibat rapat-rapat sih sering, tapi itu kan dengan klien ataupun calon investor. Dan semua dilakukan dalam Bahasa Indonesia. Oh yes, in Bold :p

  • Aku belum pernah ikutan forum antar negara. Dan aku memprediksi, seandainya aku ikut, tentu skup pembicaaraan bukan tentang area of expertise kita saja, bukan? Pasti sudah meluas ke SEMUA peraturan, kebijakan, bahkan rumor yang ada di negara tercinta kita ini. Dan aku kuatir,.. sungguh kuatir aku tak bisa menguasainya dalam waktu singkat. Sambil setengah bergidik aku membayangkan hampir 90% waktuku kerja kugunakan untuk memproses, dan bukan membaca jenis bacaan selain skup kerjaku :D KWEK! Gimana mungkin aku bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang seharusnya jadi area of expertise tim lain? doeng, doeng, doenggg.. >.< *ini adalah bagian yang paling aku sesalkan. SUNGGUH. next time, aku harus meluangkan lebih banyak waktu untuk tau lebih banyak hal-hal diluar dunia "licensing" betul?* ;)

  • Grogi ruar binasa karna disuruh berangkat sendirian. Kalau aku tak tau harus jawab apa, aku harus minta bantuan siapa coba ya? tengak-tengok kiri-kanan-depan-belakang? emangnya ujian? :D bukankah ini jadi risiko reputasi instansi, mengirim orang macam aku untuk tugas semacam ini? aaaahhh pusiiiiiiiing. tadinya seneng kok malah jadi deg-degan terus ya? Ngik.
Alhamdulillah, Allah memang Maha Pemurah lagi Penyayang :) di tengah kepanikanku bikin paper plus dikejar deadline kerjaan, kira-kira H-5 [dan kabarnya, waktu itu si paper baru tumbuh sebanyak 5 slide plus masih terlalu memalukan bangsa dan negara untuk ku-submit] datanglah surat elektronik dari seorang pejabat [namanya IBu Ratih] dari direktorat lain di kantorku yang intinya bilang bahwa beliau ternyata diminta ikut workshop itu juga ^^ Whaaaww ASIK! jadi aku punya partner [eh, Bos] yang bisa diajak berbagi ide nih ^^ HORE! - singkatnya, setelah diskusi-diskusi by email dengan Ibu Ratih dalam waktu yang amat-sangat terbatas dan tergesa-gesa, jadilah si paper itu aku kirim hari Jumat (that was H-2) jam 7.30 malam [sambil ditambahi kata-kata sorry bertubi-tubi bak pengemudi kendaraan yang takut ditilang] :D Hyak yak yak.. kami melanggar deadline penyerahan country paper yang di-set oleh penyelenggara. Tapi lega juga sih, karena email-reply dari mereka ternyata bernada "Oh-It's-Okay-dear" a.k.a "Yang-penting-dikumpul-sebelum-hari-H-kok-Neng" :P

Mweeh,
Sebenernya selain tragedi paper, ada sederet dosa-dosa lainnya sebelum keberangkatan yang harus dievaluasi, nih ya...
  1. Paspor baru jadi sehari sebelum berangkat [karna kegemaranku ber-nanti-nanti yang salah banget]. Sebenernya bukan salah paspornya, tapi FOTO nya. LOh? Iya, karna butuh foto yang khusus, padahal aku malaaaaas sekali bikin yang namanya Pas Foto. Karena hasilnya nggak pernah sesuai judulnya: PAS. Angle Pas Foto itu nggak pernah bisa seperti keinginanku: miring ke kiri [ya iya lah TIE!] Nyebelun kan? Nah untuk kasus si paspor ini, udah bikinnya nanti-nanti, sok PeDe pula, nggak meluangkan waktu untuk ke studio foto "ah-pulang-kantor-juga-bisa-besok-juga-bisa". Urusan berfoto paspor ini pun musti sampe 3x karena aku selalu mendapati studio yang tutup setelah ku pulang kantor *please don't ask why* (-____-);

  2. Terus aku.. merasa bersalah sekali karna tak sempat beli kado pernikahan untuk teman tersayang yang menikah hari Sabtu Pagi - that was 6 hours before my flight schedule. [Oe dahling, maafkanlah akhuuuu >.< ]. Inilah akibat minimnya pemenuhan prinsip taat-azas pada schedule. Cari waktu luang buat beli kado aja susah bener. Tapi aku tetap datang kok :) meskipun cuma sempet pas akad nya, dan [lagi-lagi-terburu-buru] pulang lagi untuk [melanjutkan] packing yang belum selesai malam sebelumnya *sigh* - coba kalo packing udah kelar dan sekalian dibawa ke acaranya si teman ini trus langsung ke bandara.. kekacauan dibawah ini kemungkinan besar tidak akan terjadi (T____T)

  3. Lha ya ituuuu... karena selalu pulang dalam kondisi luarbiasa capek, maka acara nyicil packing [juga!] kutunda-tunda selalu :( Hasilnya? 5 menit sebelum berangkat ke bandara, aku masih berheboh ria dengan si KoGe (Koper Gede-ku). Tau kan, kalo beberes dalam waktu yang mepet, susah deh nentuin 'mana-yang-penting-dibawa'. Weits, tapi aku punya alasannya. Coba nih ya, acaranya bakalan seminggu full, pagi sampe sore pastilah berbaju kantor [bisa mix and match si, tapi kan gak mungkin bawa atasan-bawahan-dan-sampinganblazer 3 doang, ya ndak?], lalu ada acara jalan2 pula.. ini kan musti bawa baju-santai a.k.a jeans, kaos, dan jilbab warna senada *mukul jidat* lalu bagemana dengan alas kaki? padahal aku cuma bawa sepasang sepatu kerja, sepasang flat sandal-shoe untuk jalan-jalan, dan sepasang high-heel untuk dinner :p Belum lagi para elektronika-bersaudara yang wajib dibawa beserta keluarganya, segerombolan kabel-kabel charger. Kebayang kan kalau sebelum berangkat masih ribet dengan yang beginian? Nah, itulah! Stupid behavior ku dengan si KoGe waktu itu adalah: setelah dengan susah payah berhasil menutup KoGe yang sepertinya kelebihan muatan, lalu mengunci dengan mengacak 3 nomer kuncinya.. Zaaaapp. Eeeh.. bishtu sempet-sempetnya aku lupa kunci kombinasinya! dodol maredol ih (>.<); jangan tanya kenapa ini bisa terjadi ya, apapun yang dikerjakan dengan terburu-buru itu memang nggak baik hasilnya. Karna kamu dalam keadaan tidak fokus.. bahkan sampai tidak bisa mengingat kunci kombinasi yang nyata-nyata [seharusnya] bisa terlihat sebelum kamu terburu-buru mengunci si KoGe, ya kan? Haiyyaaaa... whatta clumsy, clumsy Me. Akhirnya kami pun berangkat dari rumah menelat 30 menit dari rencana semula demi membongkar kombinasi KoGe yang sudah pernah kuganti-ganti sebanyak 4x (kebanyakan karna tak sengaja ter-set) dan aku melupakannya *aduh* :(

  4. Ditambah aku lupa kalau hari itu ada kampanye partai besar peserta pemilu, pasrah banget deh liat jalanan yang mararaceutot. Biarpun ngebut dengan kecepatan maximal, jadilah sampai bandara hanya beberapa menit sebelum boarding. Aku benar-benar patah hati. Sudah susah payah menyeret si KoGe dan menggendong si Tottie di bahu kanan, ternyata menemukan check-in counter maskapai penerbanganku juga susah karena lumayan jauh dari pintu masuk -beda dengan penerbangan domestik, maklum deh.. namanya juga pertama- :p Biarpun masang tampang super memelas, tentu saja si Mas petugas counter tertawa 1/2 ngeledek waktu aku menanyakan kemungkinan bisa masuk. "Mbak pesawat jam berapa? sekarang jam berapa? berangkat dari rumah jam berapa? [aku dlm hati: ih,.. emangnya urusan situ?] are you kidding me?" Dengan mempertahankan segenap harga diri "Nggak lucu kali Tie, nggak jadi berangkat penugasan LN pertama kali cuma gara-gara ketinggalan pesawat???!!!". Maka mau tak mau aku harus bayar denda kalau mau ikut flight berikutnya. Jangan tanya berapa ya, pokoknya bikin mukaku bersemu merah-ungu-merahmuda-kuning-ijo demi merogoh uang saku yang seharusnya bisa dimangpaatkan buat beli oleh-oleh ituh. Pweewh, untung aja perjalanan ini disponsori kantor. Kalo enggak, tentu aku harus mikir 2x untuk mencari penerbangan lain dengan harga yang lebih bersahabat :p *huek cuh* I'm telling you, this was one of those times when I suddenly understand the meaning of "Time Is Money", literally :p --- PS: jaman dulu aku juga pernah sih, ketinggalan kereta, tapi itu tak sebanding sakit hatinya dengan yang ini... ketinggalan pesawat ke negara sebelah. hoahoahoa.. Bodoh sekali. --- eh, tapi ada sisi bagusnya juga sih. Aku malah jadi satu pesawat dengan Ibu Ratih partner-workshop ku itu, jadi begitu sampai KL nggak usah celingak-celinguk kayak orang bingung bin kesasar binti norak :p

  5. Dengan segala ketergesaan dan kekacauan seperti itu, manalah mungkin aku sempat memikirkan hal-hal kecil seperti suvenir kenang-kenangan untuk bertukar2an dengan teman workshop dari negara lain, lha wong satu pak Kartu Nama aja ketinggalan :D praktis, aku hanya mengandalkan 4 lembar yang ada di dompet *senyum kecut*.

Moral of the Story:

1. Be well-prepared. That-oh-is-a-must! Nggak ada alasan kekurangan waktu untuk diskusi, mencari dan menggali sebanyak-banyaknya data, isu terbaru dan segala macam yang berhubungan dengan instansi dan negara kita. Kalau merasa hanya punya waktu amat sedikit, manfaatkanlah seoptimal mungkin ;) Biarpun kedengerannya klise, ini serius loh. Meskipun judulnya penugasan atas nama kantor, begitu keluar sana.. kamu tidak akan dilihat 'hanya' sebagai 'perwakilan kantormu' tapi dilihat sebagai 'Orang Indonesia'. Dan nggak ada yang lebih tau Indonesia selain orang Indonesia itu sendiri, bukan? Jadi maksimalkan-lah isi kepalamu dengan wacana Indonesiana. Percaya atau tidak, bahkan pertanyaan seperti: "Berapa lamakah perjalanan dari Jakarta ke Bandung menggunakan transportasi Mobil?" sungguh dimungkinkan ada ;) nah loh, kan?

2. Usahakan urusan packing baju minimal selesai H-1 sebelum keberangkatan. Cicil dari seminggu sebelumnya kalau perlu, kalau kamu cuma punya waktu luang yang sempit. Dan.. binalah hubungan baik dan mesra dengan kopermu mulai dari sekarang. Seriously :p

3. Be punctual with the dress code. Ini masih terkait dengan packing-yaitu baju penting yang harus dibawa- Biasanya panitia/penyelenggara sudah menyebutkan dress code di tentative schedule yang dikirimkan ke kita. Sebaiknya bawa baju nasional minimal selembar. Batik boleh, kain juga boleh. Bisa dipakai untuk welcoming dinner atau farewell dinner. Untuk acara workshop/meeting-nya pakai baju kantor formal [bawalah Pashmina minimal selembar, untuk mengatasi kemungkinan AC yang terlalu dingin, kalau kebetulan sedang nggak pakai blazer], sedangkan untuk acara City Tour, siapkan baju santai anti lengket plus sandal/sepatu ringan yang nyaman. Kamu nggak mau kena kram kaki karna pakek Wedges ataupun stiletto 7 centi kan? :D hihihi. Ohya, jangan lupa bawa Sunglasses! kamu akan memerlukannya untuk acara jalan-jalan siang *halagh* daripada matamu mincing-mincing gak jelas karna kepanasan, ya kan?

4. Minimal 1,5 jam sebelum boarding, lebih baik sudah berada di bandara. Antisipasi antrian gila-gila-an di counter check-in dan juga imigrasi. Kecuali jarak dari tempat tinggalmu ke bandara tinggal lompat pager doang. In my opinion sih ya --setelah mengalami pahitnya 2x ditinggalkan sarana transportasi umum-- lebih baik menunggu daripada ditinggal :p ya tak?

5. Kalau sempat, cari tau sebanyak-banyaknya informasi mengenai kebiasaan/hal-hal yang berlaku di negara tujuanmu. Kalau lebih memungkinkan lagi sih dapat mini-map ;) ini akan memudahkan kita berkelana tanpa tour guide dan fasilitas transportasi dari penyelenggara *sok berjiwa petualang*. Biasanya sih kalau dinas untuk acara formal, kita sudah disediakan tour guide dan mini-map dari dinas pariwisata-nya sana. Lalu untuk hal-hal remeh-temeh tapi penting lainnya, misalnya electronic socket/stop kontak. Tiap negara beda-beda loh. Seperti misalnya yang umum di Indonesia adalah 2 lubang bulat, sementara di Malaysia adalah 3 lubang kotak. Nah itu artinya kamu butuh penghubung, bukan? Siapa yang mau mati gaya gara2 nggak bisa nge-charge hengpon (otherwise kamu mau beli batere :p), notebook, bahkan nyerika pake traveling iron, cuma gara2 lubang stop kontaknya nggak matching? :D *pengalaman pribadi* Solusinya, kalo kamu nggak sempat membeli hub di tanah air, kamu bisa segera mencarinya di negara tujuan. Ini hal kecil yang sungguh penting tapi sering sekali terlupakan. Pas butuh baru deh panik. Jadi.. jangan lupa ya! ;)

6. Jangan lupa bawa KARTU NAMA yang banyak. Di forum antar negara, kamu akan amat sangat membutuhkannya. Pada waktu kamu menyerahkan Kartu Nama untuk orang lain, sebaiknya dengan kedua tangan. Itu menunjukkan penghormatan dan penghargaan terhadap orang itu. Mungkin kalau di sini, antara teman sendiri/klien baru, kita sudah terbiasa menyerahkannya dengan tangan kanan saja ya. Tapi untuk acara semi formal seperti aku ini, dua tangan selalu lebih baik ;) [FYI, teman-temanku dari negara lain juga melakukan hal yang sama. Jadi sepertinya ini sudah menjadi semacam International Culture, mungkin ya.. *sok tau*]

7. Sebelum keberangkatan, hubungi provider selularmu, apakah dimungkinkan untuk membuka roaming international di negara tujuanmu. Kalau misalnya enggak, atau misalnya tarifnya amat mahal, menurutku lebih baik cari informasi mengenai provider di negara tujuan. Pastinya nggak mau kehilangan kontak dengan yang tersayangs di tanah air, kan? ;) In my case, karna kartuku tak bisa dipakai samasekali disana *sigh*, aku memutuskan untuk membeli starter kit DiGi untuk kugunakan selama di Malaysia (eh, tak apa kan menyebutkan nama produk? :p untuk info saja kok). Komunikasi lancaaaaar dan juga murah :p hal ini juga diikuti oleh beberapa teman yang mengalami hal serupa denganku, hehe ^^ *suer, bukan iklan*


Eh.. kok jadi banyak banget ni ya?
Udah pada bosen ya bacanya? :p

Okay mwell,
Enuff for babbling around tid bits about this chaotic preparation,
Let's move on to the next post, shall we? ;)