Friday, 8 May 2009

A Little Trip #2: Vini, Vidi, Dormi



[... and so The 'Malaysia' Trip report continues here ;) You've read some silly things on my previous post, haven't ya? so here's the-not-even-smarter things about the rest of the story :D]



Eghm, singkat cerita:
Aku akhirnya berangkat menggunakan flight jam 20.45 bersama Ibu Ratih. Aku menunggu kira-kira 4 jam di bandara setelah kedatangan-ku yang terlambat untuk naik penerbangan sebelumnya itu *pweew*. Tapi gapapaaa.. 4 jam itu aku habiskan untuk: menelpon teman tercinta-ku ini sambil mentertawakan kedodolan ku ketinggalan pesawat [mau nelpon anggota keluarga takut mereka kuatir, maka.. nanti saja aaah, kalau sudah sampai], terus sedikit SKSD cerita sana-sini sama sesama penumpang pesawat yang juga lagi menunggu di situ, membeli kopi dan tentu saja ber-I net sambil menunggu saat keberangkatan tiba :p

Hemm.. setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam, sampailah kami di Kuala Lumpur International Airport (KLIA). Berarti kami sampai sekitar jam 22.45 waktu Indonesia (atau jam 23.45 waktu Malaysia :p). Kesan pertamaku begitu menginjakkan kaki di Bandara adalah: Bersiiiiih, modern, dan rapi (norak-nya mulai). Perjalanan dari gate menuju bagian imigrasi cukup jauh ditempuh dengan lorong yang panjaaaaang. Sepanjang kiri-kanan lorong itu terdapat lounge tunggu penumpang dan toko-toko cokelat bak istana boneka warna-warni. Beginilah penampakan mata mengantukku jadinya ---> $__$ TRINGG! whiiiww.. c.o.k.l.a.t!! *nanti ada waktunya Tie, ada waktunya. bersabarlah*. Begitu sampai di pintu, sudah ada pria berusia sekitar 35-tahunan membawa papan yang bertuliskan namaku dan bu Ratih beserta nama workshop-ku di bawahnya :p His name is Alex.

Ada kejadian lucu dimana Alex yang berdialek British English campur Mandarin berkata:
"please wait accross lower 2, dot 7. I'll take care your luggages".
Ha? pardon? apaan tuh? lower 2.7? aku dan bu Ratih sama-sama mendengar kata "lower" dan "dot" dan kita sama sekali nggak ngerti maksud si Bapak.
Ternyata setelah dia menjelaskan
"you have to take the elevator first, because I parked the limo accross the door number 7" Owalalalalaaah. Ternyata maksudnya "level 2, door 7" :D jadi kami harus naik dulu ke Lt.2 dan disitu ada pintu-pintu berbentuk tabung dengan nomor-nomor. Rupanya Alex menunggu kami di di seberang pintu nomor 7 itu. Oh La La, bahasa oh bahasa...

... dan ternyata perjalanan dari bandara ke Kuala Lumpur cukup jauh. Sekitar 45 menit menggunakan Limo (nama taxi bandara nya Alex, red). Jadi kebayang dong gimana tepar nya kita begitu sampai di Hotel. Sekitar jam 1 pagi! Huah. Mana besok paginya udah ada acara City Tour. Vini, Vidi, Dormi banget deh -means: Aku datang, aku lihat, aku tidur :D Ohiya, kami menginap di Lanai Kijang. Hotel milik bank sentral Malaysia (BNM) yang digunakan untuk event-event tertentu yang berhubungan dengan instansi itu. Jadi hotel ini masih baru, bahkan papan nama jalannya konon baru dipasang tepat setelah kedatangan kami ke sana ^^ HWa. Di dalam kamar sudah disediakan tas pungung beserta materi workshop yang gede bwanget :D ternyata paper kami sudah di print-out dan dimasukkan disitu pula. Nyeaaaa.. *muka bersemu merah*.


Minggu Pagi, kami diajak ber-City Tour keliling-keliling popular tourist spots ;) disini aku baru bertemu dan berkenalan dengan banyak CBs dari negara lain yang juga ikut city tour, ada dari Thailand, Filipina, Cambodia, Iran, Afghanistan, Bangladesh, Maldives, Albania, Turki dan Pakistan. Hwaa seru! karena ternyata sebagian besar dari mereka yang ikut city tour optional ini juga baru pertama kali ke KL, seperti diriku :p so it was really fun and loads of cheers along the day - foto selengkapnya bisa dilihat di FB dan [kapan-kapan] akan ku-upload di Flickr kalau ada waktu. Here's the list where they took us:




1. Putrajaya.
Ini adalah kota pusat administrasi - wilayah persekutuan Malaysia yang baru, yang menggantikan Kuala Lumpur (Nah, baru tau? aku juga :p). Letaknya cukup jauh dari KL, tapi sungguh membuatku ter'Hwaw'-'Hwaw' dengan tata kota dan [katanya sih] infrastruktur TI nya yang oke :) Di Putrajaya, kami antara lain melewati Cyberjaya, mengunjungi Putrajaya International Convention Centre, memotret dari jauh Perdana Putra (kantor Perdana Menteri, red - hari pertama kami workshop adalah hari pertama PM Malaysia yang Baru terpilih, Najib Tun Abdul Razak bertugas), Masjid Putra, Putrajaya Lake (dan melihat Seri Wawasan Bridge yang magis), kantor MoF Malaysia dan juga melewati Botani Square yang hijau ^^ -just an advise: selalu charge sampai full baterai CamDig mu dari rumah, juga baterai HP kamera. Atau kalau CamDig mu memungkinkan menggunakan baterai AA, maka selalu bawa baterai ini dalam pouch - dan Oh ya: Check kapasitas memory card, karna pasti butuh space yang banyaaaaaaakkk kalau kamu doyan berfoto-dan memoto :D Hyes! You never know unfortunate things happend while you don't think is going to happen, rite?








2. Dataran Merdeka.
Ini adalah tempat pertama kali Malaysia merayakan kemerdekaannya dari Inggris. Aku suka dengan bangunan-bangunan nya yang klasik banget. Campuran antara arsitektur Inggris dan budaya Melayu yang Islami bisa dilihat disini ;)




3. The Twin Towers.
Coba, manusia macam apa yang pergi ke Malaysia nggak mampir ke sini? :p among lotsof pictures we've made, I love the second one.. hihi






4. Star Hill a.k.a Bukit Bintang.
Nah, kalo ini mah tempat belanja. Nggak ada foto-foto di sini karena kami semua sibuk.. belanja! :D Kalo boleh ngasih opini pribadi nih ya, masih lebih oke ITC, Tanah Abang, maupun Mall2 lain di rumah dibandingkan Star Hill. Konsepnya seperti jalan yang kanan-kiri nya penuh dengan pusat belanja aja. Dari mulai yang murah sampai branded semua ada. Menurutku yang menarik mungkin bisa dapet sepatu Vincci ataupun C&K dengan harga nggak semahal di Jakarta :p tapi selainnya itu.. mending cari di tempat lain deh.


Kelar City Tour? tidur lagi dong.. kan musti siap-siap buat pembukaan workshop besoknya. Hehe :p *kebayang gak sih baru sampe jam 1 pagi terus jalan-jalan mulai jam 7 sampai jam 5 sore, hrrrrrr*. Ohiya, advise lagi nih ya.. sebaiknya sebelum berangkat ke negara tujuan, siapkan legal tender a.k.a mata uang negara tersebut secukupnya. 'Secukupnya' bisa dikira-kira kan ya? :) sebenernya di Malaysia, kemana pun kamu pergi, Money Changer bertebaran di mana-mana. Hanya karena menjadi agak repot kalau kamu harus membandingkan kurs antara satu dan yang lainnya, juga jadi nggak praktis dengan jadwal belanja yang terbatas dengan banyaknya tempat yang ingin dikunjungi. Mmm.. lalu bagi yang mendapat uang saku dalam pecahan USD, lebih baik beli MYR-nya pake IDR aja deh :P lalu USD nya bisa diinvestasiken di deposito dollar Bank Syariah dengan akad mudharabah. Tapi kalo enggak juga gakpapa sih, ini cuma alternatif doang kok :p *disclaimer: semua yang saya katakan disini tidak mencerminkan pandangan instansi tempat saya bekerja - halah* hahahaha.


Tentang Workshop: Pengajarnya bagus-bagus, materinya berbobot dan menarik *plus berhubungan sangat dengan kerjaanku, ya ya ya* :D. Jadi kami dibagi-bagi menjadi kelompok-kelompok diskusi dalam roundtable yang tiap harinya diputar & diubah-ubah komposisinya. Seneng banget bisa kenal banyak teman-teman baru [dan unik-unik] disini. Tetapi eh tetapi, yang baru kenalan denganku biasanya mengira aku bukan peserta *why-oh-why tinggi tubuh selalu jadi tolok-ukur?* padahal, sungguh aku telah berusaha maksimal untuk tampak lebih dewasa.. mengapa oh mengapaa (-___-);

"Are you Ms. Sekaryuni's daughter?"
"Are you really a CB? what department are you in?" *ditanyakan Bapak-Bapak dari Iran dengan wajah senyum penasaran*. OhEmJi...
"I guess you're about early twenty, right?" -- eh? aku tersapu-sapu tersipu-sipu

Uh ya.. ada cerita yang lebih konyol lagi, ada satu Bapak-Bapak dari Bangladesh, setelah kelas selesai di sore hari dan kami menuju kamar masing-masing, Bapak ini mengejarku sambil memanggil-manggil dari kejauhan:

"Miss Utami... Miss Utami...!"

*celingak-celinguk* "Yes, Mr. Shafiq?"

"May I know, how old are you?"

*he? -still cool and tried to make a joke with a little smirk*
"Hwell, can you guess it?" *sambil menyeringai*

"No, I mean.. this is serious. I just really want to know. How old are you?"
(He even repeated his question! My-oh-My! >.< ) *aku menyerah lah.. masa mau bikin keributan gara2 meminta si Bapak ini untuk terus-terusan main tebak-tebakan umurku segala? akhirnya kujawab pasrah lah* "I'm twenty XXXX" *sambil senyum*

"Ow.. Okay. Thank you. And I'm Forty"
sambil tersenyum mengangkat bahu, lalu zingggg.. pergi gitu aja, ninggalin aku yang melongo bingung "Lah, cuma nanya itu doang? maksutloooooh?" &^%$$%%^^##@!


--sungguh cerita yang tak penting :p lanjut...
Ehiya, peserta dari Indonesia yang ikut workshop ini ternyata nggak cuma aku dan Bu Ratih, ada dua peserta lagi dari DepKeu, yaitu Mbak Dini dan Mbak Erna :) meskipun kami baru sempat berkomunikasi di sana, menyenangkan sekali bertemu dengan rekan senegara di negara tetangga *halahhh*. Umm.. apalagi ya? Ah iya! presentasinya berjalan lancar meskipun tidak terlalu sukses :p karena ternyata ada beberapa pertanyaan yang diajukan peserta yang bersifat data matematis yang aku tak punya :D lantas? pake jawaban klasik dong ;) "silakan hubungi bagian R&D kami untuk hasil penelitian mengenai hal tersebut" - kata salah satu researcher senior yang sering ikutan acara seperti ini, jawaban seperti itu halal dan legal kok ^^ Ahaiiyyaaa. Daripada boong-sok-tau-pura-pura-tau, ya gak? alhamdulillah acara menggombal perdana-ku nggak pake cucuran keringet dingin ataupun mengalami 'heng' ditengah-tengah *kan bawa contekan, hihi*. Deg-deg an mah tetep. Apalagi liat presentasi negara lain yang bagus-bagus, tambah bikin ilang PeDe aja jadinya. Tapi biarlah.. grogi itu sekali-kali perlu, namanya juga pertama, ya ndak? :p *pembenaran atas nama grogi*

---
Panitia memang pintar mengatur itinerary ;) paham dengan keinginan para tetamu untuk berbelanja, tiap makan siang kami selalu ditanya "malam nanti kira-kira anda ingin kemana? kalau sesuai jadwal, kami akan mengantar anda ke sini... situ.. dan sana.. tapi kalau mau yang lain, just let us know ya.. nanti akan kami tawarkan ke peserta lainnya juga" Hwaww. Great! Jadilah.. acara jalan-jalan malam dengan rombongan kuhabiskan dengan mengunjungi Central Market (Pasar Seni) - tempat beli suvenir2 menarik.. seperti Malioboro-nya Jogja gitu perasaan sih ya-, lalu Petaling Street/China Town - disini juga pusat suvenir dengan harga yang lumayan miring, asal bisa merayu si penjual dengan 'sedikit kejam' untuk menurunkan harga alias menawar. Nah, buat yang berbakat bisa nih borong-borong disini. Lalu aku juga mengunjungi The Curve - salah satu pusat belanja di daerah Mutiara Damansara di Selangor, yang terletak di seberangnya IKEA!!! -OMaiGat, this is A-MUST-VISITED spot, I'm telling you- daridulu aku penasaran banget dengan desain2 lucu-nya si Ikea ini. I'm such a huge fan of colours and creativity, jadi begitu ada tawaran ke tempat lain selain Bukit Bintang (untuk dikunjungi lagi) aku mengusulkan "mmmgg.. anu.. itu.. mbak, mbak, kalo ke IKEA aja boleh ndak?" - ndeso style. Huwaaa.. girang banget begitu tau boleh & malah ada beberapa temen yang penasaran pingin ikut ^^)/" hohoho. Begitu masuk (norak lagi deh inih) aku benar-benar terpesona gaya minimalis toko-nya. Warna-warni, simple, kreatif, cantik, unik, menarik, kreatif (eh, udah ya?). Betaaaah banget lama-lama di situ mengamat-amati [dan mengomentari] detail room-display, kitchen-display, sampai bathroom juga ada di sini. Aaaah jadi bikin pengen punya rumah minimalis praktis kayak display2 itu *berangan-angan-melulu-dot-com*. Aku juga tak memborong sih, cuma beli beberapa barang unik yang di rumah nggak ada dan masih memungkinkan masuk KoGe *meskipun rasanya tak mungkin muat kecuali si KoGe di-kloning* :p Sepertinya waktu berjalan cepat.. dan 2,5 jam di situ juga sebenarnya kurang :( tapi apa daya.. sayangnya kami harus kembali. NGIKZ.

Hari terakhir workshop, malamnya kami semua ikut farewell dinner yang menyenangkan [dan mengenyangkan!] di Revolving Restaurant (kalau nggak salah, namanya Seri Angkasa) di KL Tower. Dari sini bisa melihat KL dari ketinggian.. errr berapa ya? -lupa nggak bawa meteran- juga bisa ngeliat The Twin Towers di malam hari. Awesome ;) acara farewell dinner lebih banyak haha-hihi dan foto sana-sini. Meskipun akhirnya sedih karna bishtu musti pisah kembali ke negara masing-masing. Huhuhu *nggak pake acara mengiris bawang kok, tapinya* :p


Hari berikutnya kami check-out Hotel.. dan aku melanjutkan trip ku dengan mengunjungi keluarga seorang teman ;) Hyea, aku memang memutuskan extend dari jadwal acara, dengan konsekuensi semua ditanggung sendiri. Untungnya, Mas Rifqi-Mbak Peni (keduanya temanku waktu kuliah di Jogja, saat ini mereka -beserta 2 anak yang dibawa serta- sedang melanjutkan sekolah di Universiti Islam Antarbangsa) bersedia menampungku di apartemen mereka dan bersedia direpotkan oleh kedatanganku :D *halah* ;) Dari tempat mereka di Gombak, aku coba ber-petualang sendiri dengan mencoba jalan-jalan dengan menggunakan Light Rail Transit (LRT). Berbekal mini-map [yang lengkap dengan peta jaringan Monorail, LRT dan KTM Komuter], setelah diantar ke stasiun Gombak tentunya (@mas QQ: suwun loh Mas!), Sabtu malam aku beranikan diri jalan-jalan ke KLCC sendiri. Whiiiiwww.. ternyata gampang! :D [dan ketagihan, hehe] Transportasi di sana memang nggak ribed -berharap Jakarta secepatnya nggak ribed juga-, tadinya aku mau nyoba jalan-jalan muterin KL sambil nyoba semua alat transportasinya, tapi tak mungkin :p kalo lagi jalan-jalan begitu rasanya waktu jadi cepeeeet banget yah. Akhirnya aku cuma membeli beberapa titipan teman lalu balik lagi ke Gombak jam 10 malam. Minggu pagi, tadinya aku berencana nggak jalan-jalan lagi, tapi Oh La La.. ternyata pas aku melihat plastik2 hasil belanjaan & kondisi KoGe, aku tak tega membayangkan akan menjadi manusia 'Tas' dengan jinjingan disana-sini. Beklah, lalu aku memutuskan membeli Tas besar ke.. China Town. Kali ini aku naik LRT ke arah Pasar Seni, baru ke Petaling. Memang harus tanya-tanya juga sih pertamanya.. "excuse me, may I know which way to go to Pasar Seni?" maklum, pertama aku kesitu kan dianter pake' bis sama penyelenggara, ya tak? jadi agak2 lost in translation begitu turun dari LRT yang stasiunnya mengarah ke segala penjuru. Setelah menemukannya, baru deh bisa jalan-jalan tralala kesini-sana. Untung masih inget jalannya & nggak kesasar :P Yang penting mah, main-check-point nya ketemu dulu :D

Oh iya, ada sedikit tips seputar belanja:
  1. Biar nggak terlalu boros, bikin list dulu aja kira-kira jumlah oleh-oleh/suvenir yang akan dibawa pulang. Hal ini juga untuk menghindari excess baggage yang terlalu banyak. And.. I think it's better to make the-less-fortunate to be on the list first :) [misal: OB, cleaning service - they'd love it. Anything, even those small things as long as 'made in Malaysia' ;)]

  2. Beli suvenir/oleh-oleh (O2) yang gampang dibawa saja, tapi unik & kira-kira nggak bisa dicari di rumah.

  3. Mind-set currency jangan sampai kacau. Misalnya, karena denominasi IDR kita yang banyak (Ratusan, Ribuan, Puluh Ribu) jangan sampai terkecoh dengan denominasi mata uang negara lain yang lebih kecil. Misalnya, dengan melihat harga RM 20 -sepertinya kalau melihat angkanya murah sekali bukan?- mari kita lihat dalam rupiah.. Whoa, approximately Rp. 70.000! Jadi kalau kamu pergi dengan anggaran terbatas, atau pergi dengan anggaran berlebih tapi tak mau boros, berhati-hatilah dengan ini :) kalau perlu bawa kalkulator/hitung dulu harga-harga dengan HP.

  4. Kalo cuma bawa koper 1 untuk baju dan sudah penuh, memang nggak ada salahnya kita mempersiapkan tas cadangan dari rumah untuk membawa O2. Selain mencegah belanja berlebihan, juga tak usah repot cari-cari tas lagi cuma untuk tempat O2 seperti aku :(

  5. Sepertinya sudah semua :p

---
Setelah belanja yang amat-terburu-buru-tapi akhirnya selesai juga, aku diantar Mas Rifqi sekeluarga untuk kembali ke Lanai Kijang. Loh, buat apa? Iya, karna dari sana aku dijemput lagi oleh temannya Alex dari Limo untuk diantar ke bandara. Asik! Pulaaaaaaang ^^. Untung kali ini aku nggak telat :p hehehe.

Hwell, it's been a wonderful trip, amazing experience and fabulous advanture all in one. Alhamdullilah atas kesempatan yang diberikanNya sehingga aku mendapatkan pengalaman ini dan juga senang semua lancar :) Semoga lain waktu kalau ada kesempatan seperti ini lagi [berharap] aku bisa menceritakannya dengan lebih baik ;)


jangan bosen ya...


PS: sepertinya aku sudah menulis banyak sekali yah -rekor tulisanku paling panjang nih-. Padahal aku yakin masih banyak yang terlewat :p tapi ah,.. semoga yang sedikit sebegini ini bermanfaat yah :)

2 comments:

Siwi said...

Panjaaaang dan lebaaaarr, kalo diprint pasti jadi ratusaaan huehehe.. :P Sepertinya menyenangkan ya, jadi pingiiiin :)
Hwaah ketinggalan pesawat? Sungguh terlalu! Jangan diulangi lagi ya, Nak :D
Eh eh btw, beneran udah sampai Malaysia ya? Kok ga ada oleh2nya? *teteup ngarep* Hihi.. :P

tea said...

Whaw! pengunjung-setia ku ini akhirnya kasih komen juga :D

Inggih.. Inggih, Mbah!
makanya aku share disini biar nggak pada ketularan dodolnya aku :p

Oleh2nya ambil sendiri dwonggg ke A22 , tapi tinggal coklat thok :p Dirimyu kan bakal bisa sering2 ke situh. Apalagi bentar lagi mau pergi ke negaranya F-Se :D heqeqeq. Salam ya buat Tau Ming Tse :P