Thursday, 20 August 2009

Kamu Janji?



were promises made to be broken?



Sudah 3 kali aku belum memenuhi janjiku ke beberapa orang teman, alasannya bukan sengaja, bukan lupa apalagi dari awal berniat untuk mengingkari, tapi aku [nyaris] tak ada waktu merealisasikannya. Tak ada waktu menunaikan janji bertemu dengan seorang kerabat :P tak ada waktu ngirimin data sejibun ke temen yang sedang menunggu di seberang sana, tak ada waktu bahkan untuk menyalakan si Tottie malam hari untuk meng-upload video latihan nari. *ngiket kain di kepala* aku harus segera menunaikannya. Janji itu harus ditepati bukan? betapapun beratnya untuk dijalani, yang penting berusaha dulu ya kan? :) kalau memang nggak bisa sanggup menepati, ya nggak usah menjanjikan sesuatu.



Kesimpulannya, janji itu penting bukan?
Kalimat janjinya cuma sebaris, tapi kadang kita nggak hati-hati mengucapkannya.

Seringan apapun, tunaikanlah dengan segera.
Seberat apapun, berusaha dulu sekuat tenaga untuk menepatinya :)
Kalau benar-benar sudah nggak bisa, baru minta maaf.
~inget-inget deh, sebesar apa usaha yang sudah dilakukan untuk menepati janji? atau nggak berusaha sama sekali?~


...karena kadang aku sendiri juga capek menunggu terealisasinya janji-janji palsu :P

Saturday, 18 July 2009

Riddikulus!



Sayangnya, ini hanya untuk melumpuhkan Boggart.
tak bisa dipakai untuk Dementor :P



Obliviate!


Friday, 17 July 2009

seminggu lagi







deg-deg-an ih
seminggu lagi pementasanku yang pertama
setelah berbelas tahun nggak tampil.
Tarian Jambi yang kemarin itu udah diganti lagi
menjadi tarian Batak berjudul Rondang Bulan :)
dan total kami latihan kurang dari sebulan, seminggu 3x.
Duh, cukup nggak ya?
cemas. cemas. cemas.


Bismillahirrahmaanirrahiim, ah semoga semua lancar.
Kamu harus fokus tie, fokus, fokus!
Jangan pakai hitungan dalam hati lagi tie,
tapi harus pakai feeling :P
Let's give 'em the best, shall we? :)


semangad! \(^^)/

Thursday, 16 July 2009

Who's Calling?






Aku baru saja melakukan kebodohan :p Jadi sejak bergabung di divisiku ini aku punya kebiasaan [buruk] untuk tidak mengangkat telepon yang masuk ke ponsel ku kalau nomernya tidak dikenal atau tidak ber-ID. Aku beranggapan kalau masalahnya sungguh urgent dan orangnya bermaksud baik, tentu akan menghubungiku kembali melalui sms dan menyebutkan identitasnya. Ini terpaksa kulakukan karena aku sering menerima telepon dari pihak luar yang sangat mengganggu, baik tugas maupun privasi-ku. Maka setiap ada klien baru aku tak pernah menyarankan untuk menghubungiku ke ponsel, cukup ke kantor saja. Minggu ini aku bertugas meng-arrange wawancara seminggu penuh, karena sangat banyak, kali ini aku menghubungi salah satu interviewer yang belum pernah kugunakan jasanya sama sekali sebelumnya *baru kenal, istilahnya gitu* Nah bodohnya, ketika beliau meminta nomorku untuk konfirmasi ulang besoknya, aku memberikan nomor ponselku tanpa meminta balik nomor ponsel beliau *nggak konsen pas nelpon* :( maka terjadilah kekacauan 2 hari ini. Kemarin sore, ada telpon dari nomor tak dikenal sampai 3x. Seperti biasa, yang seperti ini aku cuekin aja. Pasti sms ah kalo penting, pikirku gitu. Orang itu nggak sms sama sekali. Jadi ya aku pikir orang ini iseng doang. Ternyata aku salah, salah banget malahan. Paginya, ketika aku baru siap-siap berangkat (keburu-buru MODE ON karna udah telat banget), nomor itu nelpon lagi, 2x. Iiihh. Siapa sih ini? Dengan setengah bersungut-sungut elegan *coba bayangkan bagemana itu?* akhirnya aku angkat telpon yang ketiga.

"Assalamu'alaykum"
"Alaykumsalam, Utie! ini saya (nyebutin nama) dari kemarin saya hubungi kok susah ya?"

WADUH! celaka dua belas! ternyata si Bapak-Interviewer-yang-kemarin-kukasih-nomorku-ituuuuuuuuuu *seraya memukul jidat*

*mulei cari alasan yang pas di waktu sempit*
"mmmm.. nggg.. ngg.. maaf Pak.. ngg.."
"Wawancara pagi ini jadi nggak ya Ut? Saya kemarin nelpon mau konfirmasi itu"
"Oh-Jadi Pak! mohon maaf.. bla ba bla yadda yadda yadda" :P
"Oh yasudah nggak papa, sampai ketemu nanti ya Ut"
Pweewwh... Untung Bapak-nya nggak marah :D dan kedengerannya orangnya ceria dan humble sekali, padahal dulu beliau termasuk orang yang sangat penting di kantorku ini. Pweeeewwwh alhamdulillah :)


Gara-gara ini bukan berarti aku menghentikan kebiasaanku nggak mau mengangkat telpon gak dikenal ya, tapi mungkin besok-besok harus lebih fokus dan konsentrasi :D juga selalu inget untuk nanya balik nomer telpon orang yang kukasih nomer telpon :P uhuk uhuk uhuk *batuk*

Sunday, 12 July 2009

Tom Yam Kung






Kalian masak apa minggu ini? udah ada ide buat minggu depan? :) Aku kemarin mencoba masakan dengan bahan dasar Udang. Biasanya aku cuma bisa masak udang goreng tepung atau udang bakar yang gampang, tapi kali ini aku pingin nyoba sesuatu yang lain, yaitu sup. Iya, aku suka sekali dengan sup Tom Yam Kung. Hehe, jangan salah tebak yah, Tom Yam Kung ini bukan berarti terdiri dari TOMat, aYAM dan kangKUNG loh :D Masakan khas Thailand yang rasanya segar, asam, manis, pedas ini menggunakan kaldu udang yang gurih dan enak ^^)v Sebenernya aku belum pernah ke Thailand siy, kenal Tom Yam di tahun-tahun terakhirku tinggal di Jogja. Tapi waktu itu rasa Tom Yam yang kubeli cuma menang pedesnya aja :( padahal kan aku nggak begitu suka pedas yang bikin perut panas :P Nah, Tom Yam yang paling berkesan buat aku adalah yang kumakan waktu dinas ke Magelang. Aku lupa nama restorannya, tapi rasa pedasnya buat aku pas banget ;)

Seminggu yang lalu waktu aku belanja mingguan, aku naksir dengan udang pacet yang ukurannya gede-gede banget $__$ Whiiiwww.. *getok utie, naksir kok sama udang???!!* pikirku kalo dibakar pasti puas banget nih. Akhirnya aku membeli 2 Ons (kira-kira dapet 12 ekor) udang, yang baru sempet kumasak Sabtu kemarin ^^)v ~harganya terjangkau kok, dan menurutku sangat worthed untuk masakan spesial seperti ini *halah*~. Aku berubah pikiran untuk memasak Tom Yam setelah googling resep udang :D Aku mendapatkan resepnya dari Blog Resep-nya mbak Faika (thanks ya Mbak.. setelah melihat-lihat beberapa resep OnLine, sepertinya yang ini yang paling cocok dengan bayangan resepku sebelumnya). Seperti biasa.. aku membuatnya dengan mengganti beberapa bahan dengan yang kupunya di dapur, misalnya kaldu jamur aku ganti dengan bawang merah, bawang putih, gula dan garam. Lime juice aku ganti dengan perasan jeruk nipis, aku juga nggak pake daun ketumbar [gak sempet nyari :P], dan kutambah wortel agar sedikit 'berisi' sayur, tapi menurutku rasanya tetep oke kok, meskipun mungkin nggak se-pedas yang di restoran yah :) Mau coba? Yuk, mari kita bikin Tom Yam Kung versiku berikut ini:


Bahan-Bahan:

Udang, bersihkan dari kepala dan kulitnya
Jamur putih
Bawang Putih dan Bawang Merah untuk kaldu secukupnya
Garam
Gula
Sereh 2-3 batang, digeprek
Laos ukuran sedang, potong menjadi 3 lalu digeprek
Daun Jeruk 3 lembar, disobek
Tomat ukuran sedang, dipotong kotak kecil
Bawang Merah besar satu siung
Cabe rawit
Fish Sauce 2 sdm
Wortel 1 buah, dipotong kotak kecil/sesuai selera


Cara Membuat:

  1. Bersihkan udang dari kepala dan kulitnya, sisakan ekornya. Cuci bersih, lalu pisahkan kepala dan kulit untuk membuat kaldu. Daging udang yang sudah dicuci bagian punggungnya di-seset/diiris untuk menghasilkan bentuk udang seperti bunga :) *jangan sampe kebelah 2 yah* setelah itu bisa di-ungkep dengan garam dan jeruk nipis untuk menghilangkan amis, semenatara itu kita buat kaldu dengan merebus kepala dan kulit yang sudah kita pisahkan tadi ke dalam 2,5 gelas air mendidih selama kurang lebih 3 menit :) Lalu masukkan bawang putih dan bawang merah cincang sedikit (2 siung bawang putih, 1 siung bawang merah), garam 1 sendok teh peres, dan gula satu sendok teh peres untuk menciptakan efek karamel. Setelah aromanya harum, angkat dan saring kaldu yang sudah jadi.
  2. Rebus kaldu dengan panas sedang, lalu masukkan sereh, laos, dan satu siung bawang merah ukuran besar yang digeprek, dimasak selama kurang lebih 3 menit.
  3. Masukkan jamur, daun jeruk dan wortel, rebus kurang lebih 1 menit, lalu masukkan potongan tomat, masak sampai wortel empuk dan tomat lunak.
  4. Masukkan cabe rawit yang sudah digeprek dan diiris ujungnya. Aku menggunakan 4 cabe rawit untuk menghasilkan rasa pedas sedang dalam 2,5 gelas kaldu. Jadi bisa dikira-kira sendiri yah kalo mau lebih pedas/mau dikurangi pedasnya :)
  5. Masukkan udang, masak sampai udang merah matang (kira-kira 30 detik), tambahkan fish sauce, aduk. Matikan kompor, lalu selagi panas, tambahkan perasan jeruk nipis. Sup Tom Yam Kung segar siap dihidangkan hangat-hangat :)


Notes:
Tom Yam Kung Soup ini biasanya disajikan sebagai appetizer atau penggugah selera :) tapi monggo aja kalau mau dimakan pakai nasi yah, kemarin adikku mencobanya dan menurutnya cocok-cocok saja :P yang aku bikin ini kira-kira cocok untuk 3-4 orang, atau untuk 2 orang yang tidak ingin makan apa-apa lagi setelah makan ini :P hehe.. Kalau mau lebih 'berisi' menurutku oke juga ditambahkan daging ayam yang dipotong dadu. Karena kemarin ayamnya nggak tersedia jadi nggak kumasukkan deh, tapi mudah2an kapan-kapan bisa nyoba atau ditambahin variasi yang lebih seru lagi :D Ohiya jangan kawatir, bahan masakan seperti: Laos, Daun Jeruk, dan Sereh sangat mudah didapatkan, tinggal ke tukang sayur dan bilang "BumBu Dapur" ;) nanti kamu akan dapat seplastik dengan isi bumbu dapur yang kumplit. Sedikit menyimpulkan, dari semua jenis kaldu alami yang pernah kumasak (kaldu ayam, sapi, bakso, udang), menurutku kaldu udang memang paling enak. So i think you should give it a try ;) resep ini masih bisa dikembangkan lagi sesuai selera. Kalau ada diantara kalian yang mencoba dan mau menambahkan ide, any advises are welcome yah :) Selamat mencoba...



"And turn not thy cheek away from people in [false] pride, and walk not haughtily on earth: for, behold, God does not love anyone who, out of self- conceit, acts in a boastful manner"
(QS 31:18)