Aku baru saja melakukan kebodohan :p Jadi sejak bergabung di divisiku ini aku punya kebiasaan [buruk] untuk tidak mengangkat telepon yang masuk ke ponsel ku kalau nomernya tidak dikenal atau tidak ber-ID. Aku beranggapan kalau masalahnya sungguh urgent dan orangnya bermaksud baik, tentu akan menghubungiku kembali melalui sms dan menyebutkan identitasnya. Ini terpaksa kulakukan karena aku sering menerima telepon dari pihak luar yang sangat mengganggu, baik tugas maupun privasi-ku. Maka setiap ada klien baru aku tak pernah menyarankan untuk menghubungiku ke ponsel, cukup ke kantor saja. Minggu ini aku bertugas meng-arrange wawancara seminggu penuh, karena sangat banyak, kali ini aku menghubungi salah satu interviewer yang belum pernah kugunakan jasanya sama sekali sebelumnya *baru kenal, istilahnya gitu* Nah bodohnya, ketika beliau meminta nomorku untuk konfirmasi ulang besoknya, aku memberikan nomor ponselku tanpa meminta balik nomor ponsel beliau *nggak konsen pas nelpon* :( maka terjadilah kekacauan 2 hari ini. Kemarin sore, ada telpon dari nomor tak dikenal sampai 3x. Seperti biasa, yang seperti ini aku cuekin aja. Pasti sms ah kalo penting, pikirku gitu. Orang itu nggak sms sama sekali. Jadi ya aku pikir orang ini iseng doang. Ternyata aku salah, salah banget malahan. Paginya, ketika aku baru siap-siap berangkat (keburu-buru MODE ON karna udah telat banget), nomor itu nelpon lagi, 2x. Iiihh. Siapa sih ini? Dengan setengah bersungut-sungut elegan *coba bayangkan bagemana itu?* akhirnya aku angkat telpon yang ketiga.
"Assalamu'alaykum"
"Alaykumsalam, Utie! ini saya (nyebutin nama) dari kemarin saya hubungi kok susah ya?"
WADUH! celaka dua belas! ternyata si Bapak-Interviewer-yang-kemarin-kukasih-nomorku-ituuuuuuuuuu *seraya memukul jidat*
*mulei cari alasan yang pas di waktu sempit*
"mmmm.. nggg.. ngg.. maaf Pak.. ngg.."
"Wawancara pagi ini jadi nggak ya Ut? Saya kemarin nelpon mau konfirmasi itu"
"Oh-Jadi Pak! mohon maaf.. bla ba bla yadda yadda yadda" :P
"Oh yasudah nggak papa, sampai ketemu nanti ya Ut"
Pweewwh... Untung Bapak-nya nggak marah :D dan kedengerannya orangnya ceria dan humble sekali, padahal dulu beliau termasuk orang yang sangat penting di kantorku ini. Pweeeewwwh alhamdulillah :)
Gara-gara ini bukan berarti aku menghentikan kebiasaanku nggak mau mengangkat telpon gak dikenal ya, tapi mungkin besok-besok harus lebih fokus dan konsentrasi :D juga selalu inget untuk nanya balik nomer telpon orang yang kukasih nomer telpon :P uhuk uhuk uhuk *batuk*
2 comments:
=))
minum mizone mba biar stay focus
ehehehe
hmm..tapi emang paling males sih angkat tlp yg nomer ga dikenal..i used to do that too
tapi karna memori masih di hape lama, skarang ini mau nda mau angkat tlp terus walaupun entah itu nomer sapa ga bernama..daripada kacau.. *makanya buruan pindahin memori nomer hape dong, neng...*
*telad bgt bales komennya*
Cieeeee...
HaPe baruu..
HaPe baruu...
*colek ahh*
hihihi (^o^)
Post a Comment