Saturday, 30 August 2008

wedding: does it really matter?




aku baru ber-nostalgila dengan beberapa tulisanku blog lama
[dan menyadari bahwa tulisanku di blog lama itu ternyata juga nggak jelek-jelek amat. Beuh. PeDe Dahsyat! hahaha :D - Nb: coba kalian refresh dan refresh terus halamannya, atau buka tulisanku yang lain di arsip, adakah page detail yang berubah-ubah? yak, benar. Image bunga rumput di header atas kiri. hihi. Gak penting deng *Pamer Mode ON* ]

Lalu apa hubungannya dengan weddings?
salah satunya yang related to today's happenings
which are: weddings adalah tulisanku disini
iya, akhir agustus ini ada [lagi] salah satu sahabatku [dari banyak teman-temanku] yang menikah.

aku nggak akan membuat tulisan tentang ringkasan acaranya
karena kemarin aku datengnya juga telat
*hehehe maafkan aku ya Nik, maklum baru sampe dari Jakarta dan... kesasar :P*

cuma mau berbagi sedikit cerita aja:
dulu waktu nulis di blog lama itu,
aku bilang: kira-kira who's gonna be the next bride? not me, I guess
Sekarang sudah lewat 2 tahun, and my guessing was right.
I'm not the one, not even soon-to-be-one :p at least for now
[hey, berfikirlah positif.. betul?]


as I wrote this down,
I already knew that (among the four of us), I'm gonna be the last.

Okay well,
Does it really matter?

Bagi orang-orang disekelilingku yang hobi sekali menanyakan hal-yang-menurutku-cukup-sensitif ini, tentu saja masalah... entah sampai kapan atau jawaban apa yang dapat membuat mereka bosan bertanya padaku yaaa.. duh! [percayalah padaku, mereka menanyakan ini hampir setiap hari, setiap ada kesempatan dan setiap ada topik yang bisa dibelokkan tema-nya menjadi: calon suami. haiyaaa. anyway, biasanya aku meng-amin-i saja, walopun kadang dalam hati bilang "cabeee deeeh" *sambil nyakarin tembok*]

Bagi keluarga-ku, sedikit masalah. Ibuku sudah mengkhawatirkan kenapa anaknya ini nggak kunjung memberikan tanda-tanda 'ada-seseorang' untuk dijadikan calon menantu. Untuk yang satu ini, aku sudah menyiapkan jawaban super panjaaaang, super deklamasi, super ilmiah-alamiah dengan menggunakan teori korelasi antara pilihan-hidup-keluarga-dan-rasa-bahagia-until-death-do-us-apart. Halagh. hahaha.

Indeed, I mean it.
Marriage is one sacred decision that I want to live forever. Obviously, they don't want me to choose the wrong one, do they?
dan Alhamdulillah mereka mengerti.

Bagi aku sendiri, bukan masalah berat-berat amat. Walaupun sampai sekarang, setiap ada sahabatku yang [akan] menikah, rasa campur aduk seneng, terharu, deg-degan nggak berenti-berenti, dan macem-macem-perasaan-anehnya itu masih saja ada. Oh ya and plus: jadi mikir "come on Ti, when do you think you're gonna be getting out of this hostage situation, ha?" :D

Mengutip kata-kataku di blog lama itu: ...for me, it needs time. Time to heal, time to find the right person i can spend the rest of my life with [iBu ku langsung complain: Time is ticking, nduk... time is tickiiiiing!] Hemm... Perhaps, one reason why Time so important is: knowing that He's already halfway THERE, and I'm still all alone [He can do that, why can't I?]. Ah well, bukankah itu sesuatu yang seharusnya tidak dikhawatirkan? :)


And I think I'll just keep writing on my blog
and hopefully someday I'll have my own wedding story to share with you guys [amin]. Encouragement of the day: There's gotta be someone, somewhere... For sure :)


*Ya Rabbi, jika sesuatu yang baik itu masih diatas langit, maka turunkanlah...
bilamana sukar, maka mudahkanlah...
bilamana jauh, maka dekatkanlah...*


6 comments:

imong said...

Ikut berdo'a ya: for you and myself of course! hehehe....... :-p

Anonymous said...

amin. Bunch of thanks :)

a r i said...

He...I thought it's not a big deal for you tie (just bcoz lately I never heard ur story again)

Anonymous said...

yes dear :) It's not that BIG,
just often pop-up in my mind, questioning... :)

nengpuri said...

my prayers for you, sist..
just remember our chat back there ;)
hope it encourages you.. :-*

tea said...

amin,
:) thanks dear..
*hugs*
love you!